Simpana, Tawarkan Kesederhanaan untuk Manajemen Data

commvault

JAKARTA, PCplus – Simpan data perusahaan maupun pribadi di cloud bukanlah hal asing saat ini. Banyak orang dan perusahaan sudah melakukannya. Ada yang menggunakan jasa public cloud seperti Google Drive, Box dan sejenisnya. Ada juga – biasanya perusahaan – yang memakai private cloud. Sebagian lagi, juga biasanya perusahaan, memanfaatkan hybrid cloud, yakni kombinasi dari private dan public cloud.

Simpan data di cloud atau di mana pun itu memang bukan urusan sulit. Yang sulit, apalagi jika datanya banyak dan berukuran besar, adalah pengelolaannya. Untuk pengelolaan data, tersedia beragam softwared dari sejumlah vendor, antara lain CA, EMC, IBM, dan Symantec. Namun jika mau simpel, kata Thomas E. Sawyer (Area Vice President, Asean and Global Accounts for AP, CommVault) dalam jumpa pers di Jakarta (18/6/2014), perusahaan bisa menggunakan Simpana dari CommVault.

“Simpel karena single code-based, dan single platform. Jadi tidak perlu berbagai software untuk mengelola data seperti tawaran para pesaing. Simpana ini bisa dipakai untuk analisis, backup dan recovery, replikasi, archive maupun mencari (search),” jelas Sawyer.

“Backup bisa dari satu platform, tidak peduli apa sistem operasinya. Bisa on-premise atau cloud,” tambah Sjafril Effendi (President Director, PT MII – Mitra Integrasi Informatika). Andaikata perlu enkripsi untuk mengamankan data, Simpana juga bisa menghadirkannya. “Fitur enkripsi ini sudah tersedia, tinggal pengguna mau mengaktifkannya atau tidak. Misalnya untuk e-mail di bank,” kata Sjafril.

Software Simpana ini, tutur Sawyer, sudah digunakan di banyak negara, termasuk di Asia Pasifik. Stock Exchange Thailand, Avant Insurance, WWF Australia dan Western Australia Department of Agriculture (Australia), Beijing University (Tiongkok), Tata BP Solar (India), Morinaga Milk (Jepang), KwangJu National Computing & Information Agency (Korea Selatan), Penang Adventist Hospital (Malaysia), dan Volkswagen (India dan Tiongkok) adalah sebagian dari pengguna software besutan commvault ini.

Mau tahu harga Simpana? Sawyer mengatakan Simpana dijual berdasarkan dalam kapasitas terabyte. “Lisensinya berdasarkan kapasitas, berbasis agents. Selain itu juga ada harga berlangganan (subscribing price). Tergantung pada kebutuhan kustomer,” jelasnya. Sjafril menambahkan, “harga tergantung dari jumlah production data yang mau di-backup. Jadi efisien. Platform solution-nya pun cuma satu.”

Sumber: http://www.pcplus.co.id/2014/06/berita-teknologi/simpana-tawarkan-kesederhanaan-untuk-manajemen-data/attachment/commvault/

Four Js Introduces Genero Mobile

ios7_and_android42_one_source_code

Model, compile, package and deploy your apps, maximizing market reach for minimum effort. That’s the promise of Genero Mobile. The Genero Studio framework lets you create native iOS and Android apps from a single code base. Native by their look and feel and by their performance. Develop indifferently for smartphones and tablets, adding Web Services and data syncing with wizards that insulate you from API and protocol complexities. Capture rich media, signatures, localisation data. Scan QR and bar codes. Integrate on-board apps such as Camera, Phone, GPS, Email, Contacts and Calendar into the core of your application. Access motion sensors and peripherals. All this using an abstract API that enables you to develop just once for both platforms.

Native and cross-platform – unique!

Develop mobile enterprise apps in a fraction of the time with an Integrated Development Environment that separates logic, presentation and data layers into manageable entities that provide cross-platform flexibility and improve developer productivity. Develop using abstract code and avoid the effort of learning thousands of proprietary iOS and Android API system calls. Focus on what matters most – the features that deliver the benefits that make your app the best in class. Make the best of both worlds – that of a native user experience providing great response times and the ability to run cross-platform without changing your code. Apps fully exploit gesture control without the need to learn complex and proprietary gesture APIs.

Develop faster, smarter on OSX, Linux and Windows

Create your entire app using just one framework – Genero Studio. It’s the only framework you’ll need to learn for both iOS and Android. No need for Eclipse nor Xcode in combination with Visual Studio or other proprietary IDEs; Genero Studio enables you to design and generate native user interfaces in a snap. Create your business logic with abstract calls to on board sensors, peripherals and apps from its business application modeler without writing a single line of code. Rival development frameworks require native editors to create user interfaces and use proprietary APIs to access on board devices. Not so with Genero Studio – one code base fits both operating systems. Everything you need to create your app is contained within Genero Studio. There’s a code editor, debugger, forms designer, Subversion source control system, code analyzer, profiler, database schema designer, project manager, business application modeler and generator. And Genero Studio runs on Windows, Linux and Mac OSX.

Apps in a snap

Applications may be developed using Genero Studio’s Business Application Modeler (BAM) to create standards based code for ergonomic coherence and reliability. An object editor creates symbolic workflow diagrams that are integral to source code; when the workflow is modified, so is the diagram and your source code adjusts with it. This contrasts with UML, where code and diagram evolve independently. BAM diagrams generate 80% of your app’s business logic from customizable templates.

Powerful language grammar for custom business logic

Business logic is either modeled with BAM or coded using Business Development Language (BDL) – a powerful, abstract, easy-to-learn, easy-to-read and maintain programming language. BDL comprises constructs that enable the rapid coding of complex business logic and traps syntax and semantic errors at compile rather than run time. BDL compiles to a pseudo code that executes in a virtual machine available for iOS and Android as well as desktop and server based Windows, Linux, Unix and Mac OSX. BDL can be mastered in a matter of days and weeks rather than the months and years required of generalist 3GL languages. You’ll write twice as fast and with a fraction of the bugs thanks to its purpose built business oriented syntax.

Source: http://www.generomobile.com/product/

Suggested reading: watch “Webinar: Rapid App Development with Genero Mobile” on YouTube that will get you started with Genero Mobile! 

Thunderbolt Bikin HDD Eksternal WD Tembus 320 MB/s

Jakarta – Kehadiran port Tunderbolt pada jajaran komputer terbaru garapan Apple menyimpan potensi pada kecepatan transfer yang dimilikinya.

Hal tersebut pun tak luput dimanfaatkan Western Digital (WD) yang terkenal sebagai produsen storage untuk turut menyematkannya produk storage besutannya.

Seperti yang coba ditawarkan WD melalui produk HDD eksternal garapannya yang mengusung nama Velociraptor Duo dan Thunderbolt Duo.

Nama Duo yang diusung mewakili penggunaan dua HDD pada kedua produk tersebut. Alasan WD menyematkan dua HDD pada kedua produknya tersebut, karena secara default Velociraptor Duo dan Thunderbolt Duo telah menggunakan konfigurasi RAID.

Uniknya, bukannya menggunakan USB 3.0, kedua produk besutan WD tersebut justru mengusung konektivitas Thunderbolt. Ini sengaja disematkan oleh WD untuk mengincar para pengguna perangkat Apple yang telah tersemat konektor yang tergolong baru tersebut.

Meski kedua produk HDD eksternal besutan WD tersebut mengusung konektor Thunderbolt, sejatinya perbedaan keduanya berada pada kapasitas yang diusungnya.

Thunderbolt Duo memiliki kapasitas hingga 8 TB yang didapat dari dua buah HDD berkapasitas 4 TB. Sedangkan Velociraptor Duo hanya memiliki kapasitas total 2 TB.

Namun meski begitu Velociraptor Duo memiliki kinerja tinggi berkat penggunaan HDD seri Velociraptor yang memiliki kemampuan 10 ribu RPM.

Pada pengujian yang didemokan oleh Tirtasaputra Salim selaku Sales Manager WD Indonesia, terlihat penggunaan konektivitas Thunderbolt sukses memberikan performa mumpuni pada kedua produk.

Tercatat Thunderbolt Duo sukses mencetak kemampuan read dan write pada angka 250 MB/s, sedangkan Velociraptor Duo sukses menorehkan kemampuan read dan write hingga diatas 320 MB/s.

“Velociraptor Duo dan Thunderbolt Duo disiapkan bagi pengguna perangkat Apple yang membutuhkan kinerja tinggi melalui fitur RAID yang diusungnya”, Ucap Tirta di Marche, Grand Indonesia.

Kedua produk hadir dengan sebuah aplikasi yang disebut WD Drive Utility yang dapat membantu penggunanya menentukan jenis RAID yang dibutuhkannya.

Kelebihan lain yang diusung kedua produk adalah kemampuan Daisy Chain, sehingga pengguna dapat dengan mudah menambah HDD eksternal lain melalui konektor Thunderbolt kedua yang tersedia.

Selain itu, kedua produk juga telah memiliki kemampuan JBOD.

sumber : http://inet.detik.com/read/2013/03/02/092532/2183882/317/thunderbolt-bikin-hdd-eksternal-wd-tembus-320-mb-s

INFORMIX GENERO

Accelerating development of mobile and cloud-based applications

IBM® Informix® Genero provides easy-to-use graphical tools to create applications that can be deployed on multiple platforms. This application development environment can help you save time and money by transforming established code into a more modern environment. It also helps protect fourth-generation programming language (4GL) investments and create business services for service-oriented architectures.

Informix Genero can help:

  • Deploy applications quickly using graphical modeling tools and simple business logic.
  • Write rich Internet applications with dynamic content using extended web development capabilities.
  • Modernize existing 4GL applications for use in browser-based, graphical user interface, mobile and cloud environments.
  • Manage projects easily with Informix project management capabilities.

Deploy applications quickly

  • Provides a rich set of integrated development environment (IDE) tools to simplify development efforts and usability.
  • Offers an easy-to-learn programming language for writing business logic.
  • Provides a runtime profiler that makes it easy to identify the hot spots in a project at source-code level and improve application performance.
  • Enables localized strings to be placed in external files, allowing for multiple languages and reduced screen management.
  • Allows you to generate forms and reports through a graphical IDE and report writer.
  • Integrates with IBM Optim™ Development Studio to provide visual analysis of SQL statements, execution and performance.

Write rich Internet applications with dynamic content

  • Provides an HTML5 theme that enhances web rendering and improves performance.
  • Provides support for web clients, such as Apple iPhone and Microsoft Silverlight.
  • Offers a better user experience, and reduces the amount of JavaScript required.
  • Supports most web browser releases that run on popular mobile devices such as phones and tablets.
  • Allows you to use native device-dependent widgets such as combo boxes, progress bars and type ahead.

Modernize existing 4GL applications

  • Provides a cost-effective way to modernize 4GL applications and protect existing investments, without the need to rewrite code.
  • Allows developers to recompile an existing application and make minor changes to the user interface—to move the code from character-based to graphical within weeks.
  • Includes enhanced graphical user interface features that enable you to add capabilities, such as drag and drop, web services, business graphics and browser styles, to bring the Web 2.0 experience to your 4GL solution.

Manage projects easily

  • Access project information in a convenient collapsible hierarchy tree—ready to edit, build, debug and execute.
  • Navigate to any part of the project at source-code level.

source: http://www-142.ibm.com/software/products/us/en/infogene/

Bahasa Bali Kini Tersedia di Google

JAKARTA, KOMPAS.com — Mesin pencari Google menambahkan bahasa Bali pada halaman Google Indonesia, Jumat (15/2/2013). Dengan ini, google.co.id menyediakan pilihan bahasa membaca teks dalam bahasa Indonesia, Jawa, Bali, dan Inggris.

Bahasa Bali merupakan bahasa daerah kedua yang didukung Google setelah bahasa Jawa. Bahasa Bali tersedia di halaman utama google.co.id dan hasil pencariannya. Namun, bahasa Bali tidak akan menjadi salah satu bahasa dalam aplikasi penerjemah Google Translate.

Dalam siaran pers yang diterima KompasTekno, Google menyatakan bahwa penerjemahan ke bahasa Bali dilakukan pada bulan Maret sampai April tahun 2012, yang bekerja sama dengan Yayasan Dwijendra dan BASAbali.org.

Sebanyak 45 mahasiswa beserta ahli bahasa dari Universitas Udayana, Yayasan Dwijenda, serta Balai Bahasa juga membantu proses penerjemahan ini.

“Ini adalah kemajuan luar biasa bagi masyarakat Bali sebagai bagian dari alam semesta bahasa dan kami berharap akan membantu mengembangkan bahasa Bali, khususnya di kalangan anak muda masa kini yang suka menggunakan internet dan teknologi informasi lainnya,” kata Windhu Sancaya, kepala ahli bahasa untuk BASAbali.org.

Diharapkan, hal ini akan menciptakan kesadaran bagi generasi muda untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa sebagai bagian dari kehidupan di tengah globalisasi.

Head of Country Google Indonesia, Rudy Ramawy, mengatakan, pihaknya siap membantu upaya melestarikan warisan Indonesia yang kaya budaya dan bahasa.

“Kami sangat berterima kasih kepada Basa Bali untuk dedikasi mereka dalam membantu kami menerjemahkan antarmuka pencarian halaman depan Google. Sebagai bahasa daerah yang digunakan oleh 4 juta orang, kami berharap bahasa Bali di Google akan memudahkan lebih banyak lagi pengguna internet menemukan informasi yang mereka butuhkan,” harap Rudy.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2013/02/15/13083718/Bahasa.Bali.Kini.Tersedia.di.Google

HP Ungkap Printer Mobile Pertamanya

KOMPAS.com – Hewlett-Packard (HP) telah memperkenalkan sebuah printer all-in-one mobile. Artinya, printer multifungsi ini cukup kecil untuk digunakan saat dalam perjalanan.

Perangkat bernama HP OfficeJet 150 All-in-One itu disebut sebagai printer mobile pertama HP dan diklaim sebagai yang terkecil di dunia (untuk ukuran A4, all-in-one).

Agar sesuai dengan sebutan “mobile”-nya, pencetak sekaligus pemindai dokumen itu memiliki konektivtas Bluetooth dan baterai Lithium-ion.

Baterainya diklaim bisa bertahan untuk melakukan pencetakan 500 dokumen dalam sekali isi ulang daya (dari full sampai empty).

Subin Joseph, Country General Manager, HP Indonesia, mengatakan banyak perusahaan saat ini butuh beroperasi di berbagai lokasi. Diharapkan perangkat ini bisa jadi salah satu solusinya.

OfficeJet 150 ini bisa dioperasikan dengan layar sentuh ukuran 2,36 inci. Dokumen yang dipindai bisa disimpan ke PC, USB Drive, kartu memori atau langsung dikirim lewat e-mail.

Koneksi Bluetoothnya dikatakan bisa dimanfaatkan untuk pencetakan dari smartphone dan notebook. Termasuk dari perangkat Windows Mobile atau BlackBerry tertentu.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2013/02/12/12415057/HP.Ungkap.Printer.Mobile.Pertamanya

Galaxy S IV Pakai Layar Sentuh Ajaib?

Jakarta – Rumor mengenai fitur yang disematkan di Galaxy S IV terus bertebaran. Kabar terbaru, calon handset jagoan Samsung tersebut bisa dioperasikan tanpa harus menyentuh layarnya.

Maka cukup dengan menggerakkan tangan di atas layarnya tanpa benar-benar menyentuh, beberapa fungsi di Galaxy S IV sudah bisa dioperasikan.

Teknologi layar ajaib ini sejatinya sudah ada di Sony Xperia Sola yang keluar tahun 2012 lalu dengan sebutan floating touch. Namun di Sola, teknologi tersebut masih terbatas fungsinya dan dimaksimalkan hanya di menu web browser.

Nah, teknologi yang ada di S IV kabarnya selangkah lebih maju. Samsung dilaporkan akan memakai chip bernama maxTouch S sehingga sebagian besar fungsi bisa dioperasikan tanpa perlu menekan layar S IV.

Seperti biasa, tidak ada konfirmasi resmi dari Samsung mengenai laporan tersebut. Mereka masih mencoba merahasiakan rapat-rapat fitur di Galaxy S IV sampai waktu peluncurannya nanti.

Galaxy S IV diduga kuat muncul secara resmi pada bulan Maret mendatang atau tidak lama sesudahnya. Demikian seperti detikINET kutip dari BGR, Jumat (8/2/2013).

Hewlett-Packard (HP) Rilis Pavilion 14 Chromebook

Timlo.net — Hewlett-Packard (HP) mengumumkan laptop Chromebook pertamanya, Senin (4/2) yang memperlebar ekspansi perusahaan tersebut serta pendekatan multi-OS untuk menawarkan lebih banyak pilihan pada pengguna. Laptop berbasis sistem operasi Google Chrome ini diposisikan sebagai laptop berharga rendah untuk para pelanggan berbudget rendah dan akan meneruskan kesuksesan netbook yang populer beberapa tahun lalu.

HP Pavilion 14 Chromebook menonjolkan layar yang kira-kira 2 inci lebih lebar dibandingkan dengan produk Chromebook lain di pasaran saat ini. Dengan layar 14 inci beresolusi 1366×768 dan ditenagai dengan prosesor Intel Celeron (1,1GHz), memori DDR3 2GB, 16GB solid-state storage (SSD) dan hardware lain. Keamanan hardware ekstra ini disediakan lewat Trusted Platform Module (TPM) untuk melindungi terhadap akses tidak sah terhadap data sensitif dan rahasia sehingga para pelanggan bisa merasa nyaman mengetahui bahwa data pribadi mereka aman. Baterai laptop ini diperkirakan sanggup bertahan selama 4 jam dan 15 menit, mungkin karena besarnya layar serta rendahnya kemampuan prosesor yang hemat energi di Google Chrome.

PC berbasis Google Chrome ini menyediakan jalan kepada pengalaman komputasi yang cepat dan mudah serta akses ke layanan populer seperti Google Search, Gmail, Youtube, Google Drive dan Google+ Hangouts video chat untuk banyak orang sekaligus aplikasi-aplikasi di Chrome Web Store.

“Google Chrome OS menunjukkan daya tarik yang hebat terhadap pengguna yang semakin bertumbuh. Dengan HP Chromebook, para pelanggan bisa mencoba mendapat pengalaman Google dalam laptop berukuran penuh-semua didukung dengan layanan dan merk kami,” kata Kevin Frost, vice president dan general manager of consumer PCs, printing and personal system di HP.

Chromebook ini dijual di Amerika Serikat (AS) dengan harga $329.99 (Rp 3,1 juta).

Sumber: http://www.timlo.net/baca/60872/hewlett-packard-hp-rilis-pavilion-14-chromebook/

Inilah Tampilan Office 2013


KOMPAS.com
 — Microsoft akhirnya resmi melepas software perkantoran Office 2013 ke pasar global pada Selasa (29/1/2013).

Microsoft melakukan perubahan pada tampilan antarmuka Office 2013. Desainnya terlihat lebih bersih, lebih modern, dan mengadopsi tampilan Windows 8 yang terkenal dengan unsur kotak-kotak. Office 2013 juga dimaksimalkan untuk navigasi layar sentuh.

Untuk Word dan Excel, pilihan menu dan fitur yang berada di bagian atas, atau yang biasa disebut Ribbon (pita), sekilas tak mengalami perubahan signifikan jika dibandingkan dengan Office 2010. Perubahan besar terjadi pada susunan menu di PowerPoint.

Berikut adalah tampilan antarmuka software Office 2013:

Word

Excel

PowerPoint

OneNote

Satu lisensi Office 2013 hanya boleh digunakan untuk satu komputer pribadi. Office 2013 dapat dimiliki dengan membayar satu kali di awal, tak perlu berlangganan per bulan ataupun per tahun seperti Office 365 yang memberi tambahan layanan cloud dan video call Skype.

Microsoft merilis Office 2013 dalam 3 edisi. Edisi Professional adalah yang tertinggi, dengan layanan aplikasi terlengkap. Untuk mengetahui lebih lanjut soal perbedaan di setiap edisi Office 2013, simak perbedaannya berikut ini.

1. Office Home and Student 2013, termasuk aplikasi Word, Excel, PowerPoint, dan OneNote. Harganya 139,99 dollar AS.

2. Office Home and Business 2013. Di dalamnya mencakup semua layanan di edisi Home and Student 2013 ditambah Outlook. Edisi ini bisa didapat dengan harga 219,99 dollar AS.

3. Office Professional 2013 dibanderol dengan harga 399,99 dollar AS dan menyajikan semua aplikasi yang ada di edisi Home and Business 2013, ditambah Access dan Publisher.

Untuk Pengembangan Aplikasi BI, iOS dan Android Terbaik

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Sistem operasi Apple iOS dan Google Android tak tergoyahkan dalam urusan pengembangan aplikasi Intelijen Bisnis (BI). Hal itu diungkapkan perusahaan riset pasar, Ovum.

Saat ini, aplikasi bisnis terus berkembang. Ini karena mendapat dukungan bandwidth dan perangkat ponsel yang lebih baik. Pada laporan Ovum disebutkan terdapat 12 vendor yang mengembangkan aplikasi ini. Apple iOS masih menjadi yang terbaik. Disusul Android.

Sementara OS Blackberry dan Windows 8 belum dihitung karena masih dalam pengembangan. “Saya pikir kita akan melihat pengembangan yang matang dari Microsoft dan Blackberry. Saya akan menunggu, seberapa baik pengembangan itu diterima konsumen ataupun pasar perusahaan,” ungkap analis Ovum, Fredrik Tunvall seperti dikutip computerworld.com, Rabu (16/1).

Aplikasi BI biasanya digunakan oleh para eksekutif untuk melacak bagaimana perkembangan bisnis mereka setiap hari. Aplikasi ini juga dimanfaatkan oleh penggerak sektor pertanian, manufaktur dan utilitas. Melalui aplikasi ini, ponsel dapat memperoleh data langsung ke sistem.

“Banyak orang menggunakan tablet dan ponsle pintar untuk menikmati layanan data. Ini lebih baik ketimbang anda melihat laporan tercetak,” kata dia.

Soal inovasi ke depan, Turnvall mengatakan tahun ini setiap vendor akan bekerja keras meningkatkan fitur untuk kolaborasi, dan mengembangkan produk untuk fungsi dan peran yang lebih spesifik. “Ini soal keterlibatan banyak orang dalam proses baik itu seorang ahli atau pemula. Saya kira itu akan menjadi konsentrasi utama para vendor,” ucap dia.