Marea, Kolaborasi Facebook & Microsoft di Samudra Atlantik

ilustrasi-kabel-optik

Facebook dan Microsoft bekerja sama ‘menanam’ kabel fiber optik di dasar Samudra Atlantik. Kabel tersebut akan membentang sejauh 6.600 km dari Virginia, Amerika Serikat (AS) sampai Bilbao, Spanyol.

Marea — nama kabel tersebut — diklaim mampu menghantarkan data dengan kecepatan 160 Tbps (terabits per detik). Facebook menyebut Marea akan jadi kabel yang melintasi Atlantik dengan jalur data paling besar.

Proyek ini dijadwalkan dimulai pada Agustus mendatang dan selesai pada Oktober 2017. Namun, Facebook menolak mengungkap dana yang dihabiskan untuk proyek Marea ini, demikian dikutip detikINET dari Quartz, Jumat (27/5/2016).

Facebook dan Microsoft menyebut kehadiran Marea akan membantu mereka untuk mendukung ledakan konsumsi data dan pertumbuhan penggunaan cloud dan layanan online yang sangat cepat.

Sementara bagi Facebook, Marea akan menyediakan jalur data yang lebih efisien tak cuma ke Eropa namun juga ke Afrika, Timur Tengah dan Asia. Yaitu negara-negara di mana Facebook sedang mencoba mejejakkan kakinya.

Marea sendiri akan diurus dan dioperasikan oleh Telxius, sebuah perusahaan infrastruktur telekomunikasi yang dibentuk Februari lalu oleh Telefonica, perusahaan telekomunikasi yang dulunya dimiliki oleh pemerintah Spanyol.

Pada Agustus 2014 lalu, Google juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan lima perusahaan telekomunikasi Asia untuk membangun kabel bawah laut bernama Faster. Kabel tersebut membentang dari AS sampai Jepang.

Faster didisain untuk menghantarkan data dengan kecepatan 60 Tbps, dengan biaya pembangunan sebesar USD 300 juta. Kemudian Google juga menjalin kerja sama dengan perusahaan lain untuk membangun kabel bawah laut senilai USD 60 juta dari Florida ke Brasil.

 

Sumber : http://inet.detik.com/read/2016/05/27/132429/3219321/398/marea-kolaborasi-facebook–microsoft-di-samudra-atlantik?i991101105

IBM: 2015, 99 Persen Perusahaan Adopsi Cloud

Semua perusahaan mulai anggarkan biaya untuk penyimpanan Cloud.

266668_cloud-storage_663_382

VIVAnews – International Business Machines (IBM) menilai Komputasi Awan atau Cloud akan menjadi tren teknologi primadona dan banyak dimanfaatkan oleh para perusahaan untuk menjalankan bisnis ke depannya.

Berdasarkan survei terbaru mereka lakukan, tercatat dari tahun 2013, ada sekitar 13 persen perusahaan yang tidak mengalokasikan budget untuk Cloud.

“Jadi ada sekitar 87 persen perusahaan yang telah mengalokasikan budget-nya untuk Cloud di tahun 2013,” ujar Kurnia Wahyudi selaku Cloud Leader IBM Indonesia ditemui VIVAnews di Mid Plaza, Jakarta, kemarin.

Kurnia melanjutkan, tren tersebut akan kian menanjak di tahun berikutnya. Tepatnya pada 2015 nanti hanya menyisakan satu persen saja perusahaan yang belum menyediakan anggaran untuk Cloud.

“Artinya mereka mulai menyadari bahwa Cloud itu penting,” jelasnya.

Maka dari itu, melihat tren pemanfaatan Cloud yang semakin meningkat, IBM mencoba menjadi konsultan untuk memberikan solusi kepada mereka mengenai Cloud. Hal ini disebabkan, masih ada orang atau perusahaan yang belum mengerti betul cara menggunakan tren teknologi tersebut.

“Ingin memberikan informasi kepada konsumen, setiap perusahaan pasti punya kebutuhan berbeda-beda dengan Cloud, kita menjelaskan bahwa kita punya portofolio komprehensif yang lengkap,” ungkap Kurnia.

Pada kesempatan yang sama, Moh. Ghozie Indra Dalel selaku Country Manager Global Technology Services IBM Indonesia mengungkapkan tren ke depannya para enterprise bisa memanfaatkan solusi ini.

“Kita lihat potensinya besar sekali, makin lama makin besar,” kata Ghozie.

Melihat potensi tersebut, IBM ingin menyasar pangsa perusahaan besar. Ghozie memaparkan bahwa perusahaan besar pasti memiliki permasalahan yang kompleks dalam menangani usahanya.

“Kita suka sekali dengan solusi kompleks karena kita dokter, banyak solusi end to end yang bisa ditawarkan (kepada mereka),” ujarnya.

Ghozie menjelaskan membidik perusahaan besar bukan berarti mengabaikan pangsa medium atau small, karena IBM juga menargetkan segmen tersebut.

“Kami ingin menguatkannya karena kami yakin Softlayer (data center) yang kami akuisisi itu sudah menguasainya (pangsa pasar) Indonesia dari perusahaan besar hingga kecil, selama perusahaan itu terkoneksi dengan internet, ” paparnya.

IBM menawarkan kepada enterprise berbagai solusi mulai data center, server, hingga private cloud.

Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/534610-ibm–2015–99-persen-perusahaan-adopsi-cloud