Apple dan IBM hadirkan MobileFirst untuk perangkat iOS

20141210aplikasi_ipad_bisnis

Jakarta (ANTARA News) – Apple dan IBM menindaklanjuti kerja samanya dengan merilis layanan untuk bisnis, IBM MobileFirst, yang menawarkan solusi-solusi bagi iOS.

Sebuah kelas baru yang dibuat untuk aplikasi-aplikasi bisnis dan mendukung layanan-layanan cloud yang membawa kemampuan analitis dan big data ke pengguna iPhone dan iPad dalam perusahaan, kata Apple dan IBM dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan, Rabu.

IBM MobileFirst untuk solusi iOS sekarang tersedia untuk pelanggan-pelanggan perusahaan dalam sektor perbankan, ritel, asuransi, layanan-layanan finansial, telekomunikasi, pemerintah, maupun maskapai penerbangan.

Sekarang IBM MobileFirst untuk iOS sudah digunakan oleh beberapa perusahaan besar dunia seperti Citi, Air Canada, Sprint, dan Banorte, kata Apple.

“Ini sebuah langkah besar untuk iPhone dan iPad dalam (layanan) enterprise, dan kami tidak sabar menunggu untuk melihat cara-cara baru menarik ini, organisasi-organisasi akan menggunakan perangkat-perangkat iOS untuk bekerja,” kata Philip Schiller, wakil presiden senior Apple untuk pemasaran seluruh dunia.

Aplikasi-aplikasi MobileFirst for iOS, menurut Apple, menempatkan mobilitas perusahaan ke dalam tingkat lebih dalam, membantu karyawan mengakses kemampuan-kemampuan penuh perusahaan di mana pun mereka berinteraksi dengan klien–lebih cepat, mudah, dan aman dibanding sebelumnya.

Beberapa aplikasi-aplikasi MobileFirst untuk iOS yang dirilis hari ini antara lain Plan Flight, Passanger+, Advise & Grow, Trusted Advice untuk perbankan, Retention, Case Advice, Incident Aware, Sales Assist, Pick & Pack, dan Expert Tech.

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/468606/apple-dan-ibm-hadirkan-mobilefirst-untuk-perangkat-ios

“Samsung Sudah Punya ‘iPhone 6’ Setahun Lalu”

17245921324372780x390

KOMPAS.com – iPhone 6 menjadi pembicaraan hangat selama dua pekan belakangan ini. Tak terkecuali bos-bos perusahaan teknologi besar, seperti Eric Schmidt.

Schmidt yang merupakan Google Executive Chairman itu sempat ditanyai pendapatnya tentang perangkat smartphone terbaru Apple itu oleh Bloomberg TV. Lantas, apa pendapat Schmidt?

“Saya beritahu pendapat saya (tentang iPhone 6), Samsung sudah punya produk seperti itu sejak setahun yang lalu,” demikian ujar Schmidt seperti dilansir dari Mashable(25/9/2014).

Meski tak disebutkan namanya, produk yang dimaksud oleh Schmidt adalah Galaxy Note 3 yang diluncurkan Samsung setahun yang lalu, September 2013.

iPhone 6 dan iPhone 6 Plus yang baru saja diluncurkan Apple pada awal September ini memang memiliki beberapa fitur yang sebelumnya sudah dimiliki Galaxy Note 3, seperti layar yang lebih besar (5,7 inci), fitur NFC, notifikasi, serta dukungan keyboard dari pihak ketiga.

Pria yang juga mantan CEO Google itu juga mengakui bahwa kompetisi Google dan Apple di pasar smartphone masih akan sengit. Bahkan ia menggambarkan persaingannya itu dengan istilah “brutal.”

“(Persaingan) antara Google dan Apple, akan ada perlombaan yang sangat sangat ketat,” ujar Schmidt.

Soal ukuran layar iPhone 6 yang jadi lebar, Samsung juga sudah mengeluarkan sindiran yang menyaru sebagai iklan Galaxy Note 4. Dalam iklan tersebut, Samsung menulis “No One is Going to Buy a Big Phone” yang artinya kira-kira “Tidak ada yang mau membeli ponsel berukuran besar.”

Di bawahnya, Samsung menambahkan kalimat “Tebak siapa yang sekarang berubah pikiran.”

Kutipan yang dipakai Samsung dalam foto tersebut tak lain adalah kalimat yang disampaikan oleh mendiang Steve Jobs, mantan CEO Apple di saat peluncuran iPhone 4.

Apple sejak dulu memang konsisten dengan pernyataan Steve Jobs di atas dengan membuat iPhone dengan layar kecil, maksimal 4 inci. Namun akhirnya, Apple “menyerah” dengan merilis iPhone 6 berlayar 4,7 inci dan iPhone 6 Plus dengan layar 5,5 inci.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/09/26/16520537/.Samsung.Sudah.Punya.iPhone.6.Setahun.Lalu.

Rumor: Apple akan Meluncurkan Tiga iPhone Baru Tahun Ini

Laporan dari Asia menyatakan bahwa Apple sedang mengerjakan tiga model iPhone terbaru, dua akan keluar pada Juni.

Laporan tersebut berasal dari rantai sumber. The Commercial Times dari Taiwan adalah sumber berita ini, kemudian diangkat oleh China Times. Laporan China Times tersebut kemudian diterjemahkan oelh BrightWire yang mengatakan bahwa mereka menerjemahkan berbagai berita internasional. Dari situlah kemudian berita ini diangkat oleh blog-blog Apple.

Jadi, untuk sementara anggap ringan saja berita ini. Meski begitu, ada beberapa informasi akurat dari rantai suplai Asia dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut laporan-laporan tersebut, Apple akan meluncurkan iPhone 4 inci dan 4,8 inci sebelum akhir Juni. IPhone berukuran 4,8 inci akan disebut “iPhone Math” yang terdengar aneh. Kami tak dapat membayangkan Apple akan menamai iPhone besar dengan nama “Math”.

(Tapi, kami juga tak bisa membayangkan Apple akan memberi nama iPad buat iPad, dan ternyata itu terjadi. Jadi semua bisa terwujud.)

Kemudian, beberapa saat sebelum Natal, ada iPhone lain lagi yang akan muncul dengna kamera 12 megapixel, menurut laporan tersebut.

Di situ juga disebutkan bahwa Apple akan meluncurkan Apple TV tahun ini.

Laporan soal telepon berukuran 4,8 inci adalah yang paling menarik. Apple hanyalah satu-satunya produsen smartphone yang tak membuat ponsel besar. Ponsel besar ternyata kini sangat populer di kalangan konsumen.

IPhone yang lebih besar berisiko untuk memecah pasar iOS. Aplikasi dari para pengembang harus cukup untuk layar berukuran 3,5 inci, 4 inci, 7,8 inci, dan 9,7 inci. Mungkin Apple akan mengeluarkan solusi piranti lunak elegan untuk mengatasi masalah ini.

Yang menarik dari isu ini adalah ia muncul seminggu sesudah Wall Street Journal dan Nikkei melaporkan bahwa Apple mengurangi pesanan layar iPhone. Begitu laporan tersebut keluar, saham Apple langsung jatuh. Begitu juga saham para suplier Apple.

BrightWire, dalam rangkuman laporannya menulis, “Pengiriman komponen, termasuk layar sentuh dan kamera, akan naik signifikan pada bulan Maret, dan pembuat iPhone akan memulai produksi pada akhir April. Maka suplier Apple akan mengalami pertumbuhan besar pada Q2 2013.”

Kami mungkin menganalisis terlalu dalam, tapi sepertinya supplier Apple mulai membocorkan rencana ini untuk memberi tahu pasar bahwa mereka tak benar-benar merugi. Mengenai kelayakan sumber laporan ini, kami serahkan pada Anda.

Meski begitu, ini bukan pertama kalinya kami mendengar Apple tengah mengembangkan iPhone yang lebih besar. Jadi kami tak mau begitu saja mendiamkan laporan ini.

Yang jelas, ada sesuatu yang terjadi dalam Apple. Tampaknya bisnis iPhone sedang bersiap menghadapi kejutan besar pada 2013.

Sumber: http://id.berita.yahoo.com/rumor-apple-akan-meluncurkan-tiga-iphone-baru-tahun-ini-062745989.html