Aplikasi Messenger WhatsApp kini Resmi Bisa Dijalankan di Komputer Desktop

web-whatsapp

WhatsApp kini telah secara resmi meluncurkan aplikasi Web WhatsApp yang ditujukan untuk para pengguna pc desktop. Keberadaan aplikasi Web WhatsApp ini pun memungkinkan para pengguna perangkat desktop untuk bisa mengakses akun WhatsApp serta berkomunikasi secara langsung menggunakan layanan mereka.

Namun untuk menggunakan aplikasi Web WhatsApp ini, para pengguna pc harus terlebih dulu mempunyai akun WhatsApp pada perangkat smartphonenya. Selanjutnya, untuk bisa melakukan login pada layanan Web WhatsApp tersbut, pengguna WhatsApp terlebih dulu harus melakukan scan pada kode QR yang ada di halaman Web WhatsApp. Untuk memperoleh kode QR tersebut, pengguna WhatsApp pun bisa menuju ke link ini.

Dan sayangnya, tak semua pengguna platform mobile bakal bisa menjalankan akun WhatsApp miliknya di perangkat desktop. Pengguna smartphone yang bisa menggunakan Web WhatsApp antara lain adalah pengguna WhatsApp di Android, Windows Phone, BlackBerry serta BlackBerry 10. Dan sayangnya, pengguna iOS harus menunggu lebih lama karena terdapat keterbatasan WhatsApp dalam menghadirkan fitur terbarunya itu.

Sumber: http://www.beritateknologi.com/aplikasi-messenger-whatsapp-kini-resmi-bisa-dijalankan-di-komputer-desktop/

Cosmos Browser Mobile yang Bisa Digunakan Tanpa Koneksi Internet

logo-cosmos

Saat menemukan informasi bahwa ada browser yang tidak memerlukan koneksi data/internet, sepertinya mendengarkan sesuatu hal yang tidak mungkin. Bagaimana mungkin sebuah browser kok bisa berfungsi tanpa koneksi data seperti GPRS atau Wifi?? Bagaimana bisa??? Cosmos adalah aplikasi browser Android yang bisa melakukan hal tersebut dan merupakan hasil karya dari 4 orang hacker pada acara MHacks, sebuah kompetisi pemrograman bagi pelajar di Amerika Serikat yang diikuti oleh pelajar dari seluruh dunia.

Begini contoh tampilan sebuah halaman web browser tersebut:

browser-cosmos

Ternyata ada teknik jitu yang memungkinkan kita membuka alamat URL tertentu pada browser Cosmos ini yang kemudian menampilkan isi alamat url tersebut, ternyata di balik layar browser ini memanfaatkan SMS untuk lalu lintas data.

Jadi cara kerjanya adalah sebagai berikut:

  1. Pengguna mengetikkan alamat web/URL pada browser Cosmos
  2. Browser mengirimkan alamat ini ke server Cosmos melalui SMS
  3. Server Cosmos mengakses alamat URL yang diminta dan menghilangkan bagian-bagian yang berat seperti image, CSS dan Javascript
  4. Server Cosmos menghasilkan kode HTML yang sederhana yang sudah dimampatkan(dikompresi) dan mengirimkan balik ke browser melalui SMS
  5. Browser Cosmos menampilkan kode HTML yang sudah disederhanakan tersebut

Walau mungkin browser Cosmos ini tidak bisa berfungsi maksimal untuk browsing karena berbagai keterbatasan yang ada tapi memungkinkan kita tetap bisa mengakses halaman web yang kita inginkan saat berada dalam situasi atau kondisi di mana kita tidak memiliki akses internet/koneksi data.

Di balik layar Cosmos menggunakan teknologi Node JS serta Twilio API (layanan SMS yg bisa diintegrasikan melalui pemrograman )

Sayangnya saat penulisan ini, aplikasi Cosmos sedang ditarik dari Play Store karena mengalami masalah dana dan mereka sedang berusaha mencari dana tambahan untuk membiayai berbagai biaya operasional yang semakin membengkak dikarenakan popularitas browser ini.

Apabila Anda ingin menyumbang bisa mengunjungi alamat berikut: https://www.tilt.com/campaigns/cosmos-browser/description

Bahkan Anda pun bisa menengok kode program dari browser ini di https://github.com/ColdSauce/CosmosBrowserAndroid

Atau Anda dapat mengunjungi situs web mereka di: http://cosmosbrowser.org

Sumber: http://www.beritateknologi.com/cosmos-browser-mobile-yang-bisa-digunakan-tanpa-koneksi-internet/

“Samsung Sudah Punya ‘iPhone 6’ Setahun Lalu”

17245921324372780x390

KOMPAS.com – iPhone 6 menjadi pembicaraan hangat selama dua pekan belakangan ini. Tak terkecuali bos-bos perusahaan teknologi besar, seperti Eric Schmidt.

Schmidt yang merupakan Google Executive Chairman itu sempat ditanyai pendapatnya tentang perangkat smartphone terbaru Apple itu oleh Bloomberg TV. Lantas, apa pendapat Schmidt?

“Saya beritahu pendapat saya (tentang iPhone 6), Samsung sudah punya produk seperti itu sejak setahun yang lalu,” demikian ujar Schmidt seperti dilansir dari Mashable(25/9/2014).

Meski tak disebutkan namanya, produk yang dimaksud oleh Schmidt adalah Galaxy Note 3 yang diluncurkan Samsung setahun yang lalu, September 2013.

iPhone 6 dan iPhone 6 Plus yang baru saja diluncurkan Apple pada awal September ini memang memiliki beberapa fitur yang sebelumnya sudah dimiliki Galaxy Note 3, seperti layar yang lebih besar (5,7 inci), fitur NFC, notifikasi, serta dukungan keyboard dari pihak ketiga.

Pria yang juga mantan CEO Google itu juga mengakui bahwa kompetisi Google dan Apple di pasar smartphone masih akan sengit. Bahkan ia menggambarkan persaingannya itu dengan istilah “brutal.”

“(Persaingan) antara Google dan Apple, akan ada perlombaan yang sangat sangat ketat,” ujar Schmidt.

Soal ukuran layar iPhone 6 yang jadi lebar, Samsung juga sudah mengeluarkan sindiran yang menyaru sebagai iklan Galaxy Note 4. Dalam iklan tersebut, Samsung menulis “No One is Going to Buy a Big Phone” yang artinya kira-kira “Tidak ada yang mau membeli ponsel berukuran besar.”

Di bawahnya, Samsung menambahkan kalimat “Tebak siapa yang sekarang berubah pikiran.”

Kutipan yang dipakai Samsung dalam foto tersebut tak lain adalah kalimat yang disampaikan oleh mendiang Steve Jobs, mantan CEO Apple di saat peluncuran iPhone 4.

Apple sejak dulu memang konsisten dengan pernyataan Steve Jobs di atas dengan membuat iPhone dengan layar kecil, maksimal 4 inci. Namun akhirnya, Apple “menyerah” dengan merilis iPhone 6 berlayar 4,7 inci dan iPhone 6 Plus dengan layar 5,5 inci.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/09/26/16520537/.Samsung.Sudah.Punya.iPhone.6.Setahun.Lalu.

Untuk Pengembangan Aplikasi BI, iOS dan Android Terbaik

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Sistem operasi Apple iOS dan Google Android tak tergoyahkan dalam urusan pengembangan aplikasi Intelijen Bisnis (BI). Hal itu diungkapkan perusahaan riset pasar, Ovum.

Saat ini, aplikasi bisnis terus berkembang. Ini karena mendapat dukungan bandwidth dan perangkat ponsel yang lebih baik. Pada laporan Ovum disebutkan terdapat 12 vendor yang mengembangkan aplikasi ini. Apple iOS masih menjadi yang terbaik. Disusul Android.

Sementara OS Blackberry dan Windows 8 belum dihitung karena masih dalam pengembangan. “Saya pikir kita akan melihat pengembangan yang matang dari Microsoft dan Blackberry. Saya akan menunggu, seberapa baik pengembangan itu diterima konsumen ataupun pasar perusahaan,” ungkap analis Ovum, Fredrik Tunvall seperti dikutip computerworld.com, Rabu (16/1).

Aplikasi BI biasanya digunakan oleh para eksekutif untuk melacak bagaimana perkembangan bisnis mereka setiap hari. Aplikasi ini juga dimanfaatkan oleh penggerak sektor pertanian, manufaktur dan utilitas. Melalui aplikasi ini, ponsel dapat memperoleh data langsung ke sistem.

“Banyak orang menggunakan tablet dan ponsle pintar untuk menikmati layanan data. Ini lebih baik ketimbang anda melihat laporan tercetak,” kata dia.

Soal inovasi ke depan, Turnvall mengatakan tahun ini setiap vendor akan bekerja keras meningkatkan fitur untuk kolaborasi, dan mengembangkan produk untuk fungsi dan peran yang lebih spesifik. “Ini soal keterlibatan banyak orang dalam proses baik itu seorang ahli atau pemula. Saya kira itu akan menjadi konsentrasi utama para vendor,” ucap dia.

Ubuntu Akan Diuji di “Smartphone” Android

KOMPAS.com — Sistem operasi mobile Ubuntu resmi diperkenalkan oleh Canonical pada 3 Januari 2013. Untuk melakukan uji coba lanjutan, Canonical akan memasang Ubuntu pada telepon seluler pintar Samsung Galaxy Nexus, yang sejatinya didesain untuk menjalankan Android.

Uji coba itu bakal dilakukan dalam konferensi Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, akhir Februari 2013. Canonical akan melakukan perbaikan untuk menambal celah yang masih ada di Ubuntu mobile.

Aksi pamer ini dilakukan Canonical untuk menarik perhatian pengembang aplikasi. Canonical berjanji merilis application programming interface (API) agar para p

engembang mau membangun aplikasi di Ubuntu.

Tak menutup kemungkinan ponsel Android dapat menjalankan Ubuntu, tetapi pengguna harus melakukan beberapa modifikasi yang tidak mudah dan berisiko. Dengan menjalankan Ubuntu di ponsel Android, fitur-fitur yang sebelumnya ada kemungkinan tak bisa digunakan.

Ubuntu dan Android memiliki kesamaan pada inti program (kernel). Keduanya sama-sama menggunakan kernel Linux.

Ubuntu mobile dirancang agar dapat berjalan di perangkat dengan prosesor berarsitektur
Canonical pun ingin Ubuntu dapat menjangkau segmen pasar kelas menengah ke bawah dan menengah ke atas.

Perusahaan asal Inggris ini berharap perangkat berbasis Ubuntu dapat dirilis pada akhir 2013. Namun, produsen yang akan mengadopsi dan memasarkan ponsel Ubuntu belum diketahui.

 

 

sumber : http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/01/11/13584232/Ubuntu.Akan.Diuji.di.Smartphone.AndroidARM dan X86.