Aplikasi Messenger WhatsApp kini Resmi Bisa Dijalankan di Komputer Desktop

web-whatsapp

WhatsApp kini telah secara resmi meluncurkan aplikasi Web WhatsApp yang ditujukan untuk para pengguna pc desktop. Keberadaan aplikasi Web WhatsApp ini pun memungkinkan para pengguna perangkat desktop untuk bisa mengakses akun WhatsApp serta berkomunikasi secara langsung menggunakan layanan mereka.

Namun untuk menggunakan aplikasi Web WhatsApp ini, para pengguna pc harus terlebih dulu mempunyai akun WhatsApp pada perangkat smartphonenya. Selanjutnya, untuk bisa melakukan login pada layanan Web WhatsApp tersbut, pengguna WhatsApp terlebih dulu harus melakukan scan pada kode QR yang ada di halaman Web WhatsApp. Untuk memperoleh kode QR tersebut, pengguna WhatsApp pun bisa menuju ke link ini.

Dan sayangnya, tak semua pengguna platform mobile bakal bisa menjalankan akun WhatsApp miliknya di perangkat desktop. Pengguna smartphone yang bisa menggunakan Web WhatsApp antara lain adalah pengguna WhatsApp di Android, Windows Phone, BlackBerry serta BlackBerry 10. Dan sayangnya, pengguna iOS harus menunggu lebih lama karena terdapat keterbatasan WhatsApp dalam menghadirkan fitur terbarunya itu.

Sumber: http://www.beritateknologi.com/aplikasi-messenger-whatsapp-kini-resmi-bisa-dijalankan-di-komputer-desktop/

Cara IBM Perangi Wabah Ebola

IBM sediakan sistem pelaporan data dengan menggunakan perangkat mobile

275816_peta-ebola-ibm_663_382

 

VIVAnews – Menyusul langkah Microsoft dan Samsung beperang melawan virus Ebola, perusahaan International Business Machines (IBM) juga turun untuk melawan virus yang telah menewaskan ribuan orang.

IBM berkontribusi dengan cara berbeda dengan Microsoft dan Samsung. Perusahaan asal Amerika Serikat ini menyediakan data super komputasi untuk melacak dan mencegah penyebaran wabah Ebola sejak dini. IBM menempatkan data super komputasi di Sierra Leone, salah satu negara wabah Ebola.

Melansir BBC, Senin, 27 Oktober 2014, IBM meluncurkan sistem yang memungkinkan warga melaporkan masalah yang terkait Ebola melalui komunikasi suara dan SMS perangkat mobile. Informasi yang dikirimkan itu kemudian dianalisis dan ditindaklanjuti pemerintah dan lembaga kesehatan.

Disebutkan, informasi yang dilaporkan warga disertai dengan data lokasi yang spesifik, sehingga hal ini mempercepat pelacakan badan pemerintah.

“Kami melihat kebutuhan untuk cepat mengembangkan sistem yang memungkinkan masyarakat terkena dampak langsung Ebola bisa memberi pemahaman berharga bagaimana melawannya,” ucap Dr Uyi Stewart, Kepala Ilmuwan IBM Research Afrika.

Stewart mengatakan akses teknologi telah membantu badan pemerintah untuk secara cepat bisa terhubung dengan informasi yang dilaporkan warga.

“Menggunakan teknologi mobile, kami telah memberi mereka suara dan saluran untuk mengkomunikasikan pengalaman mereka secara langsung kepada pemerintah,” kata dia.

Melalui data itu, IBM akan melihat secara real time dalam peta, yang mana akan tampil peta berwarna merah menunjukkan masalah yang terkait Ebola.

Kontribusi IBM disambut positif oleh Khadijah Sesay, Direktur Inisiatif Pemerintahan Terbuka Sierra Leone.

“Ini telah membantu membuka saluran dengan masayakat umum sehingga kami dapat mempelajari saran mereka serta membuat kebijakan tindak lanjut dalam memerangi Ebola,” ucapnya.

Selain komunikasi via perangkat mobile, siaran radio juga digunakan mendorong orang menggunakan sistem pelaporan itu. Operator telekomunikasi setempat, Airtel mendukung perang melawan Ebola dengan menyediakan nomor gratis ke warga agar mampu mengirimkan SMS laporan penyebaran Ebola.

Untungnya, saat ini dilaporkan wilayah dengan jumlah kasus terkena Ebola  telah dipersempit dan cara pelaporan itu telah membantu pengiriman pasokan penting bagi warga misalnya sabun dan listrik.

Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/551984-cara-ibm-perangi-wabah-ebola

IBM Simon, Smartphone Pertama di Dunia

1227559ibm-simon780x390

KOMPAS.com – Sangat tebal, panjang, dan layarnya kecil. Itulah gambaran bentuk ponsel pintar (smartphone) pertama di dunia. Adalah IBM Simon yang menyandang gelar smartphone pertama tersebut.

IBM Simon bisa disebut lebih mirip perangkat komunikasi radio walkie-talkie ketimbang telepon seluler. Ponsel pintar ini diluncurkan pertama kali pada 16 Agustus 1994 dan hanya dijual di AS.

“Simon tidak disebut smartphone pada zaman itu. Namun, fiturnya memiliki banyak kesamaan dengan smartphone saat ini,” kata Kurator Museum Sains London Charlotte Connelly, seperti dikutip BBC.

Ponsel seberat setengah kilogram (500 gram) itu populer di kalangan pebisnis yang menginginkan telepon seluler sekaligus komputer mini.

Charlotte menilai desain ponsel yang hanya diproduksi sebanyak 15.000 unit tersebut melampaui tren zamannya. “Telepon itu punya kalender, bisa untuk mencatat, mengirim e-mail, serta pesan singkat. Semuanya digabungkan di dalam satu ponsel,” kata Charlotte.

Kurator museum ini menggambarkan IBM Simon seperti sebongkah batu berwarna abu-abu. “Bentuknya seperti batu abu-abu, tapi tidak sebesar seperti yang Anda bayangkan. Ponsel itu punya pena stylus dan layar LCD hijau yang ukurannya serupa dengan iPhone 4. Bahkan, tampilannya tidak jelek,” terang Charlotte.

Salah satu kelemahan IBM Simon, menurut Charlotte, baterai tidak dapat bertahan lama – hanya dapat dipakai satu jam. Selain itu, banderol IBM Simon sangat mahal yaitu 899 dollar AS.

“Saat itu tidak ada internet untuk ponsel. Jadi alat ini tidak terlalu sukses,” ujar Charlotter.

Karena faktor tersebut, IBM Simon menghilang dari peredaran sekitar dua tahun sejak diluncurkan pada 1994.

Kini, IBM Simon yang telah berumur 20 tahun dipajang dalam pameran Museum Sains London.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/08/18/14360047/IBM.Simon.Smartphone.Pertama.di.Dunia

Ubuntu Akan Diuji di “Smartphone” Android

KOMPAS.com — Sistem operasi mobile Ubuntu resmi diperkenalkan oleh Canonical pada 3 Januari 2013. Untuk melakukan uji coba lanjutan, Canonical akan memasang Ubuntu pada telepon seluler pintar Samsung Galaxy Nexus, yang sejatinya didesain untuk menjalankan Android.

Uji coba itu bakal dilakukan dalam konferensi Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, akhir Februari 2013. Canonical akan melakukan perbaikan untuk menambal celah yang masih ada di Ubuntu mobile.

Aksi pamer ini dilakukan Canonical untuk menarik perhatian pengembang aplikasi. Canonical berjanji merilis application programming interface (API) agar para p

engembang mau membangun aplikasi di Ubuntu.

Tak menutup kemungkinan ponsel Android dapat menjalankan Ubuntu, tetapi pengguna harus melakukan beberapa modifikasi yang tidak mudah dan berisiko. Dengan menjalankan Ubuntu di ponsel Android, fitur-fitur yang sebelumnya ada kemungkinan tak bisa digunakan.

Ubuntu dan Android memiliki kesamaan pada inti program (kernel). Keduanya sama-sama menggunakan kernel Linux.

Ubuntu mobile dirancang agar dapat berjalan di perangkat dengan prosesor berarsitektur
Canonical pun ingin Ubuntu dapat menjangkau segmen pasar kelas menengah ke bawah dan menengah ke atas.

Perusahaan asal Inggris ini berharap perangkat berbasis Ubuntu dapat dirilis pada akhir 2013. Namun, produsen yang akan mengadopsi dan memasarkan ponsel Ubuntu belum diketahui.

 

 

sumber : http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/01/11/13584232/Ubuntu.Akan.Diuji.di.Smartphone.AndroidARM dan X86. 

Sistem Operasi Mobile atau Ponsel pilihan anda


Memilih Sistem Oprasi untuk penunjang kebutuhan sehari-hari adalah hal yang sangat dibutuhkan saat ini. bukan hanya sekedar gadget ataupun life style yang sekarang sedang marak-maraknya. Smartphone atau yang biasa di Indonesia di sebut ponsel pintar tergolong sebagai teknologi yang mutakhir. Namun pintar tidaknya ponsel pintar ini, juga bergantung pada pemakainya. Bisa-bisa ponsel pintar tersebut tidak maksimal jika pemakainya tidak tahu bagaimana cara memaksimalkannya.