Apa itu Internet of Things (IoT)?

Merupakan sesuatu yang baru, teknologi terbaru bagi dunia, dan bahkan bagi Indonesia merupakan hal-hal yang bisa kita masukkan dalam kelompok “teknologi masa depan“. Internet of Things diperkirakan oleh para insinyur terkait (khususnya pakar di sektor Information Technology) akan benar-benar terwujud di negara-negara seluruh dunia secara “merata” pada tahun 2025. Hal ini seiring dengan adanya teknologi jaringan nirkabel internet 5G yang telah dipersiapkan oleh para perusahaan terkait (Saat ini tercatat yang dominan adalah Huawei dan Alcatel-Lucent), untuk diperkenalkan tahun 2018 dan akan dihadirkan ke pengguna tahun 2020. Tentu saja ini bisa lebih cepat atau lebih lambat.

Apa-itu-Internet-of-Things

Internet of Things (IoT)

Internet of Things (IOT) dalam bahasa indonesia secara singkat adalah hal-hal tentang internet. Menurut Wikipedia IoT adalah jaringan objek fisik atau “hal-hal” tertanam yang berhubungan dengan elektronik, software, sensor dan konektivitas, yang berarti melalui sistem komputasi tertanam namun mampu menggabungkan dalam infrastruktur internet yang ada.

Dalam makna yang sederhana, IOT itu adalah hal-hal yang akan diarahkan ke internet, semuanya! Demi kemudahan hidup dan kelancaran bisnis. Hal ini bertujuan supaya seseorang bisa memanfaatkan waktu harian mereka dengan sebaik-baiknya.

Istilah “Internet of Things” pertama kali didokumentasikan oleh seorang visioner Inggris, Kevin Ashton, pada tahun 1999. IOT diharapkan untuk menawarkan konektivitas canggih dari perangkat, sistem, dan jasa, mendukung Machine-to-Machine ( M2M) dan mencakup berbagai protokol, domain, dan aplikasi. Dan satu harapan yang paling tinggi, IoT akan terus diarahkan dalam mewujudkan sistem otomatisasi di hampir semua bidang bersama dengan teknologi canggih yang disebut “Smart Grid”.

Penerapan IoT dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori yang berbeda: alat-alat cerdas, rumah pintar, smart city, lingkungan cerdas, dan perusahaan yang cerdas.

Karena IoT nantinya pasti akan menghasilkan sejumlah besar data dari lokasi yang beragam yang dikumpulkan dengan sangat cepat, sehingga dibutuhkan peningkatan dalam hal meng-indeks, menyimpan dan mengolah data lebih baik dan lebih cepat. Untuk itu, perlu adanya komunikasi data yang canggih yang dapat meng-cover kebutuhan itu, dan semua terjawab dengan konsep “Teknologi 5G“. Sebuah teknologi jaringan nirkabel yang mempunyai efisiensi energi 1000 kali lebih baik dari 4G LTE, latensi yang lebih rendah, dapat mengatasi kepadatan pengguna secara bersamaan, dan tentu saja kecepatan downlink dan uplink yang meningkat.

Perangkat IoT (yang terhubung dengan internet) haruslah dapat digunakan untuk memantau dan mengendalikan sistem mekanik, listrik dan elektronik yang digunakan dalam berbagai jenis bangunan (misalnya, publik dan swasta, industri, lembaga, atau perumahan).

Sistem Otomasi rumah, seperti sistem otomatisasi bangunan lainnya, biasanya digunakan untuk mengontrol pencahayaan, pemanasan, ventilasi, AC, peralatan, sistem komunikasi, hiburan dan perangkat keamanan rumah untuk meningkatkan kemudahan, kenyamanan, efisiensi energi, dan keamanan. Misalnya saja, dengan bantuan internet, pengguna membuka smartphone lalu menjalankan aplikasi, tampil disana semua perangkat rumah, dan dengan mudah pengguna dapat misalnya saja; menghidupkan pompa air, menghidupkan AC, pemanas air, penanak nasi dan lain sebagainya. Sehingga ketika sampai dirumah semua sudah siap, dan waktu istirahat dan menikmati hiburan bisa lebih lama.

IOT dapat membantu dalam integrasi komunikasi, kontrol, dan pengolahan informasi di berbagai sistem transportasi. Penerapan IoT diharapkan akan meluas ke semua aspek sistem transportasi, yaitu kendaraan, infrastruktur, dan kemudahan bagi pengemudi mobil dan kendaraan lainnya. Dalam hal ini, tidak akan ada istilah “tersesat” dengan mobil yang dibekali IoT akan menunjukkan jalan kemana Anda harus pergi (sekarang sudah ada, tetapi tidak menyeluruh), dengan IoT juga Anda akan lebih mudah terhubung dengan sistem keamanan kepolisian yang memandu Anda pada jalan-jalan tertentu yang mungkin macet atau ada perbaikan. Ya, semua akan dibuat menjadi mudah, dan sekali lagi untuk “memanfaatkan waktu hidup Anda sebaik-baiknya”. Interaksi dinamis sistem transportasi meliputi komunikasi antar komponen kendaraan, kontrol lalu lintas cerdas, parkir cerdas, sistem tol elektronik, dan keamanan serta bantuan jalan dengan GPS yang akan terus dimaksimalkan.

Internet of Thing Tahun 2020 – 2025

Menurut Gartner, Inc. sebuah perusahaan yang khusus melakukan penelitian untuk perkembangan teknologi, produk terbaru, dan riset pasar, mengatakan bahwa nanti akan ada hampir 26 miliar perangkat di Internet of Things pada tahun 2020, data ini didapat dari tren yang sudah berlangsung selama beberapa tahun yang lalu. Sementara itu, ABI Research memperkirakan bahwa lebih dari 30 miliar perangkat akan terhubung secara nirkabel ke internet pada tahun 2020. Sesuai survei terbaru dan studi yang dilakukan olehPew Research Internet Project, sebagian besar ahli teknologi 83 persen menyatakan setuju dengan gagasan bahwa Internet Things akan memiliki efek luas dan menguntungkan dalam kehidupan dan bisnis pada tahun 2025.

Pemerintah Inggris, dalam anggaran mereka tahun 2015, mengalokasikan sekitar £ 40.000.000 untuk penelitian ke dalam Internet of Things. Kanselir, Rt Hon George Osborne, mengemukakan bahwa Internet of Things adalah tahap berikutnya dari revolusi teknologi informasi dan komunikasi yang mampu menciptakan kemajuan transportasi di perkotaan, perlengkapan canggih untuk perangkat medis dan tentu saja untuk peralatan rumah tangga.

Sumber: http://ashimima.com/apa-itu-internet-of-things-iot/

Microsoft Hadirkan Keyboard Lipat yang Mendukung Perangkat Android, iOS serta Windows

keyboard-lipat_1

Sebuah keyboard universal untuk perangkat elektronik berbagai platform secara resmi diperkenalkan oleh Microsoft. Tak hanya bisa dipakai di berbagai platform, Universal Foldable Keyboard tersebut juga merupakan keyboard yang bisa dilipat. Dengan begitu, keyboard ini bisa dibawa dengan ringkas.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perangkat ini merupakan sebuah keyboard universal. Bisa dipakai baik untuk perangkat berbasis Windows, Android ataupun iOS. Cara menghubungkannya pun cukup mudah karena memakai konektivitas Bluetooth. Selain itu, keyboard ini juga bisa dipasangkan dengan lebih dari satu perangkat pada saat yang bersamaan.

keyboard-lipat_2

Lebih lanjut, Universal Foldable Keyboard milik Microsoft ini mempunyai fitur spill resistant hadir dengan eksterior berbahan kain serta mempunyai baterai yang sanggup bertahan hingga tiga bulan untuk sekali pengisian.

Microsoft menurut rencana akan mulai memasarkan keyboard terbarunya ini pada bulan Juli mendatang. Untuk harganya, paling tidak siapkan uang 100 USD untuk bisa memperoleh keyboard mobile lipat yang satu ini.

Sumber: http://www.beritateknologi.com/microsoft-hadirkan-keyboard-lipat-yang-mendukung-perangkat-android-ios-serta-windows/

Aplikasi Messenger WhatsApp kini Resmi Bisa Dijalankan di Komputer Desktop

web-whatsapp

WhatsApp kini telah secara resmi meluncurkan aplikasi Web WhatsApp yang ditujukan untuk para pengguna pc desktop. Keberadaan aplikasi Web WhatsApp ini pun memungkinkan para pengguna perangkat desktop untuk bisa mengakses akun WhatsApp serta berkomunikasi secara langsung menggunakan layanan mereka.

Namun untuk menggunakan aplikasi Web WhatsApp ini, para pengguna pc harus terlebih dulu mempunyai akun WhatsApp pada perangkat smartphonenya. Selanjutnya, untuk bisa melakukan login pada layanan Web WhatsApp tersbut, pengguna WhatsApp terlebih dulu harus melakukan scan pada kode QR yang ada di halaman Web WhatsApp. Untuk memperoleh kode QR tersebut, pengguna WhatsApp pun bisa menuju ke link ini.

Dan sayangnya, tak semua pengguna platform mobile bakal bisa menjalankan akun WhatsApp miliknya di perangkat desktop. Pengguna smartphone yang bisa menggunakan Web WhatsApp antara lain adalah pengguna WhatsApp di Android, Windows Phone, BlackBerry serta BlackBerry 10. Dan sayangnya, pengguna iOS harus menunggu lebih lama karena terdapat keterbatasan WhatsApp dalam menghadirkan fitur terbarunya itu.

Sumber: http://www.beritateknologi.com/aplikasi-messenger-whatsapp-kini-resmi-bisa-dijalankan-di-komputer-desktop/

Apple dan IBM hadirkan MobileFirst untuk perangkat iOS

20141210aplikasi_ipad_bisnis

Jakarta (ANTARA News) – Apple dan IBM menindaklanjuti kerja samanya dengan merilis layanan untuk bisnis, IBM MobileFirst, yang menawarkan solusi-solusi bagi iOS.

Sebuah kelas baru yang dibuat untuk aplikasi-aplikasi bisnis dan mendukung layanan-layanan cloud yang membawa kemampuan analitis dan big data ke pengguna iPhone dan iPad dalam perusahaan, kata Apple dan IBM dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan, Rabu.

IBM MobileFirst untuk solusi iOS sekarang tersedia untuk pelanggan-pelanggan perusahaan dalam sektor perbankan, ritel, asuransi, layanan-layanan finansial, telekomunikasi, pemerintah, maupun maskapai penerbangan.

Sekarang IBM MobileFirst untuk iOS sudah digunakan oleh beberapa perusahaan besar dunia seperti Citi, Air Canada, Sprint, dan Banorte, kata Apple.

“Ini sebuah langkah besar untuk iPhone dan iPad dalam (layanan) enterprise, dan kami tidak sabar menunggu untuk melihat cara-cara baru menarik ini, organisasi-organisasi akan menggunakan perangkat-perangkat iOS untuk bekerja,” kata Philip Schiller, wakil presiden senior Apple untuk pemasaran seluruh dunia.

Aplikasi-aplikasi MobileFirst for iOS, menurut Apple, menempatkan mobilitas perusahaan ke dalam tingkat lebih dalam, membantu karyawan mengakses kemampuan-kemampuan penuh perusahaan di mana pun mereka berinteraksi dengan klien–lebih cepat, mudah, dan aman dibanding sebelumnya.

Beberapa aplikasi-aplikasi MobileFirst untuk iOS yang dirilis hari ini antara lain Plan Flight, Passanger+, Advise & Grow, Trusted Advice untuk perbankan, Retention, Case Advice, Incident Aware, Sales Assist, Pick & Pack, dan Expert Tech.

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/468606/apple-dan-ibm-hadirkan-mobilefirst-untuk-perangkat-ios

IBM Perkenalkan Aplikasi Email IBM Verse

0825359ibmverse780x390

KOMPAS.com – IBM memperkenalkan aplikasi email yang dimaksudkan untuk pengguna korporasi. Aplikasi ini disebut menggabungkan fungsi analitik dan kolaborasi sosial.

Aplikasi bernama IBM Verse disebut berbagai sarana berinteraksi – via email, rapat, kalender, berbagi  berkas, pesan instan, chat video, social update, dan lain-lain – dalam sebuah lingkungan kolaborasi.

IBM menyebutnya sebagai sistem pesan pertama yang dilengkapi ‘faceted search’, yang memungkinkan pengguna untuk menemukan dan mengambil informasi yang mereka butuhkan dari semua konten melalui email mereka.

IBM Verse menggunakan analitik built-in untuk menyediakan sebuah pandangan sekilas yang secara pintar menampilkan tindakan kita yang paling penting pada hari tertentu.

Pelanggan yang menggunakan IBM Verse bisa menanamkan fitur Watson, sehingga dapat bertanya kepada Watson tentang topik tertentu. Dengan demikian, IBM Verse plus Watson bisa menjadikan aplikasi ini sebuah asisten pribadi bagi pengguna.

IBM Verse dirancang untuk menyelesaikan berbagai masalah terkait email. Meski merupakan alat yang berguna, email juga sering jadi sumber sakit kepala.

Analis industri TI memperkirakan ada 108 milyar email pekerjaan dikirim setiap hari; mengharuskan karyawan untuk memeriksa inbox mereka 36 kali dalam satu jam. Tapi, diperkirakan hanya 14% dari email tersebut benar-benar penting.

“Dengan IBM Verse, kami menantang tim perancang kami untuk secara keseluruhan mengubah pengalaman kolaborasi sosial dengan berfokus pada keterlibatan antar manusia dan hasil akhirnya, bukan pada pengelolaan pesan dan inbox,” tutur Bob Picciano, Wakil Presiden Senior, IBM Information and Analytics Group, dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Minggu (23/11/2014).

Versi beta IBM Verse tersedia untuk pelanggan dan mitra tertentu di November 2014. Versi freemium, yang dihantarkan melalui IBM Cloud Marketplace, akan tersedia di kwartal pertama 2015.

IBM Verse juga akan ditawarkan sebagai sebuah aplikasi untuk iOS maupun Android.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/11/23/13500047/IBM.Perkenalkan.Aplikasi.Email.IBM.Verse

Cara IBM Perangi Wabah Ebola

IBM sediakan sistem pelaporan data dengan menggunakan perangkat mobile

275816_peta-ebola-ibm_663_382

 

VIVAnews – Menyusul langkah Microsoft dan Samsung beperang melawan virus Ebola, perusahaan International Business Machines (IBM) juga turun untuk melawan virus yang telah menewaskan ribuan orang.

IBM berkontribusi dengan cara berbeda dengan Microsoft dan Samsung. Perusahaan asal Amerika Serikat ini menyediakan data super komputasi untuk melacak dan mencegah penyebaran wabah Ebola sejak dini. IBM menempatkan data super komputasi di Sierra Leone, salah satu negara wabah Ebola.

Melansir BBC, Senin, 27 Oktober 2014, IBM meluncurkan sistem yang memungkinkan warga melaporkan masalah yang terkait Ebola melalui komunikasi suara dan SMS perangkat mobile. Informasi yang dikirimkan itu kemudian dianalisis dan ditindaklanjuti pemerintah dan lembaga kesehatan.

Disebutkan, informasi yang dilaporkan warga disertai dengan data lokasi yang spesifik, sehingga hal ini mempercepat pelacakan badan pemerintah.

“Kami melihat kebutuhan untuk cepat mengembangkan sistem yang memungkinkan masyarakat terkena dampak langsung Ebola bisa memberi pemahaman berharga bagaimana melawannya,” ucap Dr Uyi Stewart, Kepala Ilmuwan IBM Research Afrika.

Stewart mengatakan akses teknologi telah membantu badan pemerintah untuk secara cepat bisa terhubung dengan informasi yang dilaporkan warga.

“Menggunakan teknologi mobile, kami telah memberi mereka suara dan saluran untuk mengkomunikasikan pengalaman mereka secara langsung kepada pemerintah,” kata dia.

Melalui data itu, IBM akan melihat secara real time dalam peta, yang mana akan tampil peta berwarna merah menunjukkan masalah yang terkait Ebola.

Kontribusi IBM disambut positif oleh Khadijah Sesay, Direktur Inisiatif Pemerintahan Terbuka Sierra Leone.

“Ini telah membantu membuka saluran dengan masayakat umum sehingga kami dapat mempelajari saran mereka serta membuat kebijakan tindak lanjut dalam memerangi Ebola,” ucapnya.

Selain komunikasi via perangkat mobile, siaran radio juga digunakan mendorong orang menggunakan sistem pelaporan itu. Operator telekomunikasi setempat, Airtel mendukung perang melawan Ebola dengan menyediakan nomor gratis ke warga agar mampu mengirimkan SMS laporan penyebaran Ebola.

Untungnya, saat ini dilaporkan wilayah dengan jumlah kasus terkena Ebola  telah dipersempit dan cara pelaporan itu telah membantu pengiriman pasokan penting bagi warga misalnya sabun dan listrik.

Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/551984-cara-ibm-perangi-wabah-ebola

IBM: 2015, 99 Persen Perusahaan Adopsi Cloud

Semua perusahaan mulai anggarkan biaya untuk penyimpanan Cloud.

266668_cloud-storage_663_382

VIVAnews – International Business Machines (IBM) menilai Komputasi Awan atau Cloud akan menjadi tren teknologi primadona dan banyak dimanfaatkan oleh para perusahaan untuk menjalankan bisnis ke depannya.

Berdasarkan survei terbaru mereka lakukan, tercatat dari tahun 2013, ada sekitar 13 persen perusahaan yang tidak mengalokasikan budget untuk Cloud.

“Jadi ada sekitar 87 persen perusahaan yang telah mengalokasikan budget-nya untuk Cloud di tahun 2013,” ujar Kurnia Wahyudi selaku Cloud Leader IBM Indonesia ditemui VIVAnews di Mid Plaza, Jakarta, kemarin.

Kurnia melanjutkan, tren tersebut akan kian menanjak di tahun berikutnya. Tepatnya pada 2015 nanti hanya menyisakan satu persen saja perusahaan yang belum menyediakan anggaran untuk Cloud.

“Artinya mereka mulai menyadari bahwa Cloud itu penting,” jelasnya.

Maka dari itu, melihat tren pemanfaatan Cloud yang semakin meningkat, IBM mencoba menjadi konsultan untuk memberikan solusi kepada mereka mengenai Cloud. Hal ini disebabkan, masih ada orang atau perusahaan yang belum mengerti betul cara menggunakan tren teknologi tersebut.

“Ingin memberikan informasi kepada konsumen, setiap perusahaan pasti punya kebutuhan berbeda-beda dengan Cloud, kita menjelaskan bahwa kita punya portofolio komprehensif yang lengkap,” ungkap Kurnia.

Pada kesempatan yang sama, Moh. Ghozie Indra Dalel selaku Country Manager Global Technology Services IBM Indonesia mengungkapkan tren ke depannya para enterprise bisa memanfaatkan solusi ini.

“Kita lihat potensinya besar sekali, makin lama makin besar,” kata Ghozie.

Melihat potensi tersebut, IBM ingin menyasar pangsa perusahaan besar. Ghozie memaparkan bahwa perusahaan besar pasti memiliki permasalahan yang kompleks dalam menangani usahanya.

“Kita suka sekali dengan solusi kompleks karena kita dokter, banyak solusi end to end yang bisa ditawarkan (kepada mereka),” ujarnya.

Ghozie menjelaskan membidik perusahaan besar bukan berarti mengabaikan pangsa medium atau small, karena IBM juga menargetkan segmen tersebut.

“Kami ingin menguatkannya karena kami yakin Softlayer (data center) yang kami akuisisi itu sudah menguasainya (pangsa pasar) Indonesia dari perusahaan besar hingga kecil, selama perusahaan itu terkoneksi dengan internet, ” paparnya.

IBM menawarkan kepada enterprise berbagai solusi mulai data center, server, hingga private cloud.

Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/534610-ibm–2015–99-persen-perusahaan-adopsi-cloud

Dr. Watson Akan Bantu Obati Penyakit

discoveryadvisor_01

IBM dikabarkan terus mengembangkan cognitive computing via purwarupa Watson. Watson diharapkan bisa membantu mempercepat penemuan ilmiah dalam bidang medis. Caranya adalah dengan melakukan scanning sejumlah besar buku rujukan dan data secara lebih cepat dibandingkan yang bisa dilakukan manusia serta menyarankan penanganan yang paling memungkinkan.

Menurut PCWorld, dalam pameran di New York belum lama ini, IBM telah mempertontonkan layanan cloud-nya yang diberi nama Watson Discovery Advisor. Layanan ini, bisa membantu para peneliti kedokteran mencari data terbaru di antara “tumpukan” masif data.

Dalam acara tersebut, Senior Vice President IBM, Mike Rhodin menunjukkan bagaimana Watson dapat mempercepat pencarian rujukan kedokteran dan analisisnya terhadap bidang tertentu, sebuah proses yang cukup sulit dilakukan bahkan oleh sekelompok tim riset dengan anggota yang cukup banyak.

Menurut IBM, informasi kedokteran dan medis bertambah dua kali lipat setiap tiga tahun dan pada tahun 2020 akan bertambah dua kali lipat setiap 73 hari. Akibatnya, seorang dokter tidak bisa lagi mengandalkan ketrampilan kedokterannya, bahkan jika ditambah dengan kegiatan membaca jurnal kedokteran terbaru secara intensif. Di sinilah Watson berperan dengan cara melakukan pekerjaan yang diperlukan di latar belakang. Tujuannya adalah untuk mempersempit informasi yang ada untuk menghasilkan kemungkinan penanganan yang sesuai.

Dalam demonya di acara ini, IBM menunjukkan peran Watson yang membantu Baylor College of Medicine. Watson melakukan identifikasi penanganan yang paling mungkin secara lebih cepat terhadap protein yang berkaitan dengan banyak kasus kanker, yakni p53.

IBM menyatakan bahwa sebanyak lebih dari 70 ribu karya ilmiah tentang p53 telah ditulis. Seorang peneliti tentu tidak akan mungkin membaca semua karya ilmiah itu dalam waktu singkat. Nah, Watson berperan dalam hal ini dengan kemampuannya menyisir aneka karya ilmiah ini untuk menyarankan sejumlah protein lain yang bisa mengendalikan aktivitas p53. Menggunakan hasil analisis Watson, para peneliti berhasil menemukan tujuh protein dalam waktu beberapa minggu saja untuk mendapatkan pengobatan yang paling sesuai. Biasanya, para dokter dan peneliti membutuhkan waktu setahun untuk menemukan pengobatan yang tepat.

Sumber: http://www.infokomputer.com/2014/08/berita/berita-reguler/dr-watson-akan-bantu-obati-penyakit/

Google Street View Sudah Hadir di Jakarta

0935424kg780x390

JAKARTA, KOMPAS.com — Layanan pemetaan Google Street View sudah tersedia untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Layanan yang menyediakan pemandangan virtual 360 derajat di suatu daerah itu, menurut pantauan KompasTekno, sudah bisa diakses mulai pagi ini, Kamis (21/8/2014).

Sejumlah wilayah populer di DKI Jakarta kini bisa dinikmati melalui Street View, seperti Museum Fatahillah, Bundaran Hotel Indonesia, kawasan Senayan, dan sebagainya.

Tak hanya obyek-obyek tersebut, jalan-jalan di wilayah DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi sudah bisa dijelajahi melalui layanan Google Street View di PC dan smartphone.

Rencananya, Google akan memperkenalkan layanan tersebut secara resmi hari ini, Kamis (21/8), dalam sebuah acara di Jakarta.

Update: Tak hanya wilayah Jabodetabek, Google Street View juga merambah tiga kota lain di Indonesia. (Baca: Google Street View Rambah 4 Kota di Indonesia)

Proyek Google Street View sendiri mulai diluncurkan Google semenjak 2007 lalu di berbagai negara. Di Indonesia sendiri, proyek tersebut baru dimulai sejak Oktober 2012.

Google menggunakan mobil khusus yang dilengkapi dengan kamera yang bisa mengambil gambar 360 derajat untuk melakukan pemetaan di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Dengan Street View, selain menyediakan akses foto panorama suatu lokasi, Google juga menjadikannya model bisnis layanan tersebut yang menyasar pengguna dari kalangan perusahaan.

Untuk mengakses layanan Google Street View, buka dari browser, http://maps.google.com, klik area yang ingin Anda kunjungi dan pilih menu “Street view” yang muncul di bawah area pencarian. Cara lain ialah dengan “menyeret” (drag) icon gambar orang berwarna kuning yang terletak di kanan bawah layar browser ke area yang akan dijelajahi.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/08/21/08130117/google.street.view.sudah.hadir.di.jakarta

IBM Simon, Smartphone Pertama di Dunia

1227559ibm-simon780x390

KOMPAS.com – Sangat tebal, panjang, dan layarnya kecil. Itulah gambaran bentuk ponsel pintar (smartphone) pertama di dunia. Adalah IBM Simon yang menyandang gelar smartphone pertama tersebut.

IBM Simon bisa disebut lebih mirip perangkat komunikasi radio walkie-talkie ketimbang telepon seluler. Ponsel pintar ini diluncurkan pertama kali pada 16 Agustus 1994 dan hanya dijual di AS.

“Simon tidak disebut smartphone pada zaman itu. Namun, fiturnya memiliki banyak kesamaan dengan smartphone saat ini,” kata Kurator Museum Sains London Charlotte Connelly, seperti dikutip BBC.

Ponsel seberat setengah kilogram (500 gram) itu populer di kalangan pebisnis yang menginginkan telepon seluler sekaligus komputer mini.

Charlotte menilai desain ponsel yang hanya diproduksi sebanyak 15.000 unit tersebut melampaui tren zamannya. “Telepon itu punya kalender, bisa untuk mencatat, mengirim e-mail, serta pesan singkat. Semuanya digabungkan di dalam satu ponsel,” kata Charlotte.

Kurator museum ini menggambarkan IBM Simon seperti sebongkah batu berwarna abu-abu. “Bentuknya seperti batu abu-abu, tapi tidak sebesar seperti yang Anda bayangkan. Ponsel itu punya pena stylus dan layar LCD hijau yang ukurannya serupa dengan iPhone 4. Bahkan, tampilannya tidak jelek,” terang Charlotte.

Salah satu kelemahan IBM Simon, menurut Charlotte, baterai tidak dapat bertahan lama – hanya dapat dipakai satu jam. Selain itu, banderol IBM Simon sangat mahal yaitu 899 dollar AS.

“Saat itu tidak ada internet untuk ponsel. Jadi alat ini tidak terlalu sukses,” ujar Charlotter.

Karena faktor tersebut, IBM Simon menghilang dari peredaran sekitar dua tahun sejak diluncurkan pada 1994.

Kini, IBM Simon yang telah berumur 20 tahun dipajang dalam pameran Museum Sains London.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/08/18/14360047/IBM.Simon.Smartphone.Pertama.di.Dunia