Thunderbolt Bikin HDD Eksternal WD Tembus 320 MB/s

Jakarta – Kehadiran port Tunderbolt pada jajaran komputer terbaru garapan Apple menyimpan potensi pada kecepatan transfer yang dimilikinya.

Hal tersebut pun tak luput dimanfaatkan Western Digital (WD) yang terkenal sebagai produsen storage untuk turut menyematkannya produk storage besutannya.

Seperti yang coba ditawarkan WD melalui produk HDD eksternal garapannya yang mengusung nama Velociraptor Duo dan Thunderbolt Duo.

Nama Duo yang diusung mewakili penggunaan dua HDD pada kedua produk tersebut. Alasan WD menyematkan dua HDD pada kedua produknya tersebut, karena secara default Velociraptor Duo dan Thunderbolt Duo telah menggunakan konfigurasi RAID.

Uniknya, bukannya menggunakan USB 3.0, kedua produk besutan WD tersebut justru mengusung konektivitas Thunderbolt. Ini sengaja disematkan oleh WD untuk mengincar para pengguna perangkat Apple yang telah tersemat konektor yang tergolong baru tersebut.

Meski kedua produk HDD eksternal besutan WD tersebut mengusung konektor Thunderbolt, sejatinya perbedaan keduanya berada pada kapasitas yang diusungnya.

Thunderbolt Duo memiliki kapasitas hingga 8 TB yang didapat dari dua buah HDD berkapasitas 4 TB. Sedangkan Velociraptor Duo hanya memiliki kapasitas total 2 TB.

Namun meski begitu Velociraptor Duo memiliki kinerja tinggi berkat penggunaan HDD seri Velociraptor yang memiliki kemampuan 10 ribu RPM.

Pada pengujian yang didemokan oleh Tirtasaputra Salim selaku Sales Manager WD Indonesia, terlihat penggunaan konektivitas Thunderbolt sukses memberikan performa mumpuni pada kedua produk.

Tercatat Thunderbolt Duo sukses mencetak kemampuan read dan write pada angka 250 MB/s, sedangkan Velociraptor Duo sukses menorehkan kemampuan read dan write hingga diatas 320 MB/s.

“Velociraptor Duo dan Thunderbolt Duo disiapkan bagi pengguna perangkat Apple yang membutuhkan kinerja tinggi melalui fitur RAID yang diusungnya”, Ucap Tirta di Marche, Grand Indonesia.

Kedua produk hadir dengan sebuah aplikasi yang disebut WD Drive Utility yang dapat membantu penggunanya menentukan jenis RAID yang dibutuhkannya.

Kelebihan lain yang diusung kedua produk adalah kemampuan Daisy Chain, sehingga pengguna dapat dengan mudah menambah HDD eksternal lain melalui konektor Thunderbolt kedua yang tersedia.

Selain itu, kedua produk juga telah memiliki kemampuan JBOD.

sumber : http://inet.detik.com/read/2013/03/02/092532/2183882/317/thunderbolt-bikin-hdd-eksternal-wd-tembus-320-mb-s

Galaxy S IV Pakai Layar Sentuh Ajaib?

Jakarta – Rumor mengenai fitur yang disematkan di Galaxy S IV terus bertebaran. Kabar terbaru, calon handset jagoan Samsung tersebut bisa dioperasikan tanpa harus menyentuh layarnya.

Maka cukup dengan menggerakkan tangan di atas layarnya tanpa benar-benar menyentuh, beberapa fungsi di Galaxy S IV sudah bisa dioperasikan.

Teknologi layar ajaib ini sejatinya sudah ada di Sony Xperia Sola yang keluar tahun 2012 lalu dengan sebutan floating touch. Namun di Sola, teknologi tersebut masih terbatas fungsinya dan dimaksimalkan hanya di menu web browser.

Nah, teknologi yang ada di S IV kabarnya selangkah lebih maju. Samsung dilaporkan akan memakai chip bernama maxTouch S sehingga sebagian besar fungsi bisa dioperasikan tanpa perlu menekan layar S IV.

Seperti biasa, tidak ada konfirmasi resmi dari Samsung mengenai laporan tersebut. Mereka masih mencoba merahasiakan rapat-rapat fitur di Galaxy S IV sampai waktu peluncurannya nanti.

Galaxy S IV diduga kuat muncul secara resmi pada bulan Maret mendatang atau tidak lama sesudahnya. Demikian seperti detikINET kutip dari BGR, Jumat (8/2/2013).

Inilah Tampilan Office 2013


KOMPAS.com
 — Microsoft akhirnya resmi melepas software perkantoran Office 2013 ke pasar global pada Selasa (29/1/2013).

Microsoft melakukan perubahan pada tampilan antarmuka Office 2013. Desainnya terlihat lebih bersih, lebih modern, dan mengadopsi tampilan Windows 8 yang terkenal dengan unsur kotak-kotak. Office 2013 juga dimaksimalkan untuk navigasi layar sentuh.

Untuk Word dan Excel, pilihan menu dan fitur yang berada di bagian atas, atau yang biasa disebut Ribbon (pita), sekilas tak mengalami perubahan signifikan jika dibandingkan dengan Office 2010. Perubahan besar terjadi pada susunan menu di PowerPoint.

Berikut adalah tampilan antarmuka software Office 2013:

Word

Excel

PowerPoint

OneNote

Satu lisensi Office 2013 hanya boleh digunakan untuk satu komputer pribadi. Office 2013 dapat dimiliki dengan membayar satu kali di awal, tak perlu berlangganan per bulan ataupun per tahun seperti Office 365 yang memberi tambahan layanan cloud dan video call Skype.

Microsoft merilis Office 2013 dalam 3 edisi. Edisi Professional adalah yang tertinggi, dengan layanan aplikasi terlengkap. Untuk mengetahui lebih lanjut soal perbedaan di setiap edisi Office 2013, simak perbedaannya berikut ini.

1. Office Home and Student 2013, termasuk aplikasi Word, Excel, PowerPoint, dan OneNote. Harganya 139,99 dollar AS.

2. Office Home and Business 2013. Di dalamnya mencakup semua layanan di edisi Home and Student 2013 ditambah Outlook. Edisi ini bisa didapat dengan harga 219,99 dollar AS.

3. Office Professional 2013 dibanderol dengan harga 399,99 dollar AS dan menyajikan semua aplikasi yang ada di edisi Home and Business 2013, ditambah Access dan Publisher.

Untuk Pengembangan Aplikasi BI, iOS dan Android Terbaik

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Sistem operasi Apple iOS dan Google Android tak tergoyahkan dalam urusan pengembangan aplikasi Intelijen Bisnis (BI). Hal itu diungkapkan perusahaan riset pasar, Ovum.

Saat ini, aplikasi bisnis terus berkembang. Ini karena mendapat dukungan bandwidth dan perangkat ponsel yang lebih baik. Pada laporan Ovum disebutkan terdapat 12 vendor yang mengembangkan aplikasi ini. Apple iOS masih menjadi yang terbaik. Disusul Android.

Sementara OS Blackberry dan Windows 8 belum dihitung karena masih dalam pengembangan. “Saya pikir kita akan melihat pengembangan yang matang dari Microsoft dan Blackberry. Saya akan menunggu, seberapa baik pengembangan itu diterima konsumen ataupun pasar perusahaan,” ungkap analis Ovum, Fredrik Tunvall seperti dikutip computerworld.com, Rabu (16/1).

Aplikasi BI biasanya digunakan oleh para eksekutif untuk melacak bagaimana perkembangan bisnis mereka setiap hari. Aplikasi ini juga dimanfaatkan oleh penggerak sektor pertanian, manufaktur dan utilitas. Melalui aplikasi ini, ponsel dapat memperoleh data langsung ke sistem.

“Banyak orang menggunakan tablet dan ponsle pintar untuk menikmati layanan data. Ini lebih baik ketimbang anda melihat laporan tercetak,” kata dia.

Soal inovasi ke depan, Turnvall mengatakan tahun ini setiap vendor akan bekerja keras meningkatkan fitur untuk kolaborasi, dan mengembangkan produk untuk fungsi dan peran yang lebih spesifik. “Ini soal keterlibatan banyak orang dalam proses baik itu seorang ahli atau pemula. Saya kira itu akan menjadi konsentrasi utama para vendor,” ucap dia.

Pengguna Internet 2,4 Miliar, Jumlah Situs Tembus 634 Juta

Jakarta – Perusahaan monitoring internet Royal Pingdom memaparkan hasil pantauannya yang berhubungan dengan gelombang statistik internet global di sepanjang 2012 lalu. Data-data ini cukup menarik untuk dibaca.

Meskipun kita telah seringkali melihat angka-angka seperti ini sebelumnya — misalnya, pembahasan tentang Facebook yang melewati 1 miliar pengguna pada bulan Oktober, serta 200 juta pengguna Twitter pada bulan Desember.

Namun melihat semua data-data raksasa ini berkumpul dalam satu wadah mungkin bisa mengingatkan kita, betapa kecil dan tidak signifikannya kita dalam lautan luas data yang kita kenal sebagai internet, atau belakangan tenar dengan sebutan Big Data.

Highlights dari daftar ini termasuk 2,2 miliar pengguna email di seluruh dunia — 425 juta menggunakan Gmail, menjadikannya sebagai layanan email terbesar saat ini), 634 juta website (dengan penambahan 51 juta situs ke web setiap tahunnya) dan 246 juta pendaftaran nama domain pada tahun 2012.

Ada 100 juta nama domain dotcom (sejak pertama terdaftar pada tahun 1985), 2,4 miliar pengguna internet di seluruh dunia, dan 1,2 triliun pencarian Google pada tahun 2012.

Di segmen media sosial, pada tahun 2012 lalu ada 2,7 miliar ‘like’ di Facebook setiap harinya, 175 juta tweet yang dikirim di Twitter setiap hari, sedangkan tombol +1 Google telah digunakan sebanyak 5 miliar kali per hari.

Terakhir, ada 1,3 miliar smartphone yang digunakan di seluruh dunia pada akhir 2012, 4 miliar jam video yang ditonton di YouTube setiap bulan, dan 7 petabyte foto yang diposting ke Facebook setiap bulan.

Demikian data-data hasil pantauan Royal Pingdom seperti dikutip detikINET dari Mashable, Senin (21/1/2013). Kira-kira di akhir 2013 nanti, angka-angka ini akan bertambah jadi berapa ya?

sumber : http://inet.detik.com/read/2013/01/21/081040/2147888/398/pengguna-internet-24-miliar-jumlah-situs-tembus-634-juta?i991102105

Ubuntu Akan Diuji di “Smartphone” Android

KOMPAS.com — Sistem operasi mobile Ubuntu resmi diperkenalkan oleh Canonical pada 3 Januari 2013. Untuk melakukan uji coba lanjutan, Canonical akan memasang Ubuntu pada telepon seluler pintar Samsung Galaxy Nexus, yang sejatinya didesain untuk menjalankan Android.

Uji coba itu bakal dilakukan dalam konferensi Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, akhir Februari 2013. Canonical akan melakukan perbaikan untuk menambal celah yang masih ada di Ubuntu mobile.

Aksi pamer ini dilakukan Canonical untuk menarik perhatian pengembang aplikasi. Canonical berjanji merilis application programming interface (API) agar para p

engembang mau membangun aplikasi di Ubuntu.

Tak menutup kemungkinan ponsel Android dapat menjalankan Ubuntu, tetapi pengguna harus melakukan beberapa modifikasi yang tidak mudah dan berisiko. Dengan menjalankan Ubuntu di ponsel Android, fitur-fitur yang sebelumnya ada kemungkinan tak bisa digunakan.

Ubuntu dan Android memiliki kesamaan pada inti program (kernel). Keduanya sama-sama menggunakan kernel Linux.

Ubuntu mobile dirancang agar dapat berjalan di perangkat dengan prosesor berarsitektur
Canonical pun ingin Ubuntu dapat menjangkau segmen pasar kelas menengah ke bawah dan menengah ke atas.

Perusahaan asal Inggris ini berharap perangkat berbasis Ubuntu dapat dirilis pada akhir 2013. Namun, produsen yang akan mengadopsi dan memasarkan ponsel Ubuntu belum diketahui.

 

 

sumber : http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/01/11/13584232/Ubuntu.Akan.Diuji.di.Smartphone.AndroidARM dan X86. 

Terbesar di Dunia, Flash Disk 1 TB!

Jakarta – Seberapa besar kapasitas flash disk Anda, sebatas 2 GB, 8 GB, atau sudah 16 GB? Coba cek flash disk besutan Kingston ini, yang sudah memiliki kapasitas hingga 1 TB!

Ya, Anda tak salah baca. USB Flash Drice DataTraveler HyperX Predator 3.0 Kingston sudah digenjot hingga memiliki ruang penyimpanan sampai 1 TB atau setara dengan 1.000 GB.

Dengan kapasitas yang sangat lega itu, DT HyperX Predator 3.0 memiliki kecepatan 240MB/s untuk membaca file dan 160MB/s untuk menulis file. Unit ini juga mendapatkan sertifikasi SuperSpeed USB 3.0.

Sementara jika dicolokkan dengan akses USB 2.0, maka kecepatan yang dihasilkan adalah 30MB/s untuk baca dan 30MB/s jika menulis file.

“DataTraveler HyperX Predator 3.0 terbaru kami memungkinkan pengguna untuk menyimpan seluruh file digital mereka ke dalam sebuah Flash Drive USB 3.0,” ujar Nathan Su, Direktur Flash Memori Kingston, wilayah Asia Pasifik, dalam keterangannya.

“Kapasitas penyimpanan yang besar dan kecepatan transfer USB 3.0 memungkinkan pengguna untuk menghemat waktu karena mereka dapat mengakses, mengedit, dan transfer aplikasi-aplikasi atau file-file seperti film HD secara langsung ke dalam drive tanpa adanya lag pada kinerjanya,” imbuhnya.

DataTraveler HyperX Predator 3.0 ini kompatibel dengan spesifikasi USB 3.0 dan telah dioptimalisasikan untuk port USB 3.0 yang terdapat pada PC-PC terbaru.

Pengguna diklaim dapat bekerja dengan video atau file grafis yang berat, atau gamer yang menyukai traveling dengan membawa berbagai koleksi file gamenya akan sangat berterimakasih pada kecepatan dan besarnya kapasitas drive ini.

Material casingnya terbuat dari logam zinc alloy untuk memastikan kualitas superior, tahan guncangan dan desain modern. DataTraveler HyperX Predator 3.0 dipasarkan dengan Kignston key ring yang dapat disesuaikan dan sebuah HyperX valet keychain. Unit ini juga kompatibel dengan USB 2.0.

Kingston sendiri telah merayakan ulang tahunnya yang ke-25 dalam industri memori. Perusahaan ini didirikan pada 17 Oktober 1987, dan telah diklaim menjadi perusahaan memori pihak ketiga terbesar di dunia.

sumber : http://inet.detik.com/read/2013/01/09/152101/2137380/317/terbesar-di-dunia-flash-disk-1-tb?i991101105

Smartphone Ubuntu Incar Pengguna High End & Entry Level

Jakarta – OS Ubuntu yang baru saja diperkenalkan oleh Canonnical– perusahaan di balik distribusi Ubuntu– akan menyasar dua segmen pengguna mobile, yakni smartphone high end dan menengah ke bawah.

Pendiri Canonical Mark Shuttleworth mengatakan, OS Ubuntu untuk smartphone dapat membantu operator meningkatkan penggunaan data di antara konsumen yang biasanya hanya menggunakan untuk telepon dan pesan saja. Selain itu, juga dapat merangkul pengguna yang biasa memanfaatkan penggunaan web dan email di ponsel mereka.

“Kami mendefinisikan era baru konvergensi di bidang teknologi, dengan satu sistem operasi terpadu yang mendukung komputasi awan, pusat data, PC dan consumer electronics lainnya,” kata Shuttleworth, sepertidetikINET kutip dari The Next Web, Kamis (3/1/2013).

Dalam sebuah demo, tampak interface smartphone berbasis Ubuntu ini cukup menarik dengan keempat tepi layarnya yang bisa menampilkan menu atau ikon aplikasi.

Pengguna dengan mudah menemukan konten dan beralih di antara aplikasi dengan menyapu ke semua empat sisi layar.

OS ini akan akan mendukung web yang berbasis HTML5 dan aplikasi bawaan asli–yang mungkin akan tersedia dalam tool aplikasi layaknya App Store atau Play Store.

Pasar PC Lesu, AMD Tak Mau Latah Pindah ke “Mobile”

JAKARTA, KOMPAS.com – Industri PC sedang lesu, seperti direfleksikan oleh data lembaga riset Gartner yang menyebut bahwa angka pengiriman PC secara global turun 8.3% dari tahun ke tahun.

IDC mengungkapkan hal senada dengan melaporkan bahwa pasar PC global pada kuartal III 2012 turun 8,6% dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, perangkat mobile, seperti tablet dan smartphone terus berkembang dan diprediksi mengalami pertumbuhan year-on-year 27,4 persen pada 2013 dan 19,2 persen pada 2014, seperti dikemukakan IDC pada September lalu

Mengenai hal ini, AMD Far East LTD Asia Pacific & Japan Consumer Sales Director Brian Slattery berpendapat bahwa perubahan tren dari PC ke perangkat mobile berlangsung dengan cepat sehingga banyak pelaku industri PC yang terlambat mengantisipasi.

“Itulah mengapa kita melihat banyak perangkat hybrid, gabungan komputer dan tablet di pasaran,” ujarnya seusai peluncuran APU AMD generasi kedua di Jakarta, Selasa (27/11/2012).

Slattery memprediksi, di masa depan akan ada separasi di dalam pasar. “Para power user seperti pemain game akan menggunakan PC, sementara pengguna yang lebih casual akan beralih menggunakan perangkat mobile seperti tablet.”

Meski begitu, Slattery menambahkan bahwa pihaknya masih belum melihat titik temu yang pas untuk memenuhi kebutuhan dua kategori pasar itu dengan tepat.

Balance-nya belum terlihat, masih berubah-ubah, karena itu kami memilih untuk mengamati pasar dan kemudian menyesuaikan diri,” ujarnya.

Dia mengatakan, soal perangkat mobile AMD sendiri memiliki basis platform yang andal berupa prosesor APU yang diklaim menerima sambutan hangat dari pasar. Generasi kedua dari APU ini diharapkan bisa memberi kontribusi serupa.

Terkait lisensi ARM yang akan dipakai sebagai basis lini prosesor server 64-bit baru AMD, Slattery mengatakan bahwa belum ada rencana untuk memakai arsitektur buatan ARM untuk membangun prosesor mobile. “Tapi kami sudah memiliki prosesor tablet x86 bernama Hondo yang antara lain telah digunakan Fujitsu di tablet Windows 8 miliknya.”

sumber  :  http://tekno.kompas.com/read/2012/11/28/11404021/pasar.pc.lesu.amd.tak.mau.latah.pindah.ke.quotmobilequot

Google Ingin “Rebut” Pengguna Office dari Microsoft

KOMPAS.com – Sebagian besar atau sekitar 96 persen pemasukan Google berasal dari iklan. Hanya sekitar 4 persen yang berasal dari produk-produk enterprise. Tapi kini keadaan tersebut sedang coba diubah oleh raksasa internet itu.

Tak tanggung-tanggung, dengan rangkaian aplikasi dan jasa cloud miliknya yang diklaim bisa menghemat ongkos perusahaan, Google menargetkan bakal “mengkonversi” sebagian besar pengguna produk saingan, Microsoft Office.

“Tujuan kami adalah mengalihkan 90 persen pengguna yang sebenarnya tak membutuhkan seluruh fitur tingkat lanjut dari Office,” ujar kepala unit Enterprise Google Amit Singh seperti dikutip dariAllThingsD.

Dulu, pada 2011, Google kesulitan menawarkan jasa pada perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan ini menyerah dalam tender penyediaan perangkat lunak untuk Toyota, yang berakhir dengan kemenangan Office 365 dari Microsoft.

Kini, menjelang akhir 2012, menurut Singh hal tersebut telah berubah. “Inilah tahun di mana kami menembus batasan dan bisa merengkuh pelanggan berskala besar,” katanya.

Tahun ini, Google memang menerapkan sejumlah peningkatan pada tawaran produk-produk enterprise miliknya. Google, antara lain, meluncurkan jasa cloud computing Compute Engine yang langsung menyasar layanan serupa dari Amazon dan Microsoft Azure.

Google juga meluncurkan Drive, yang memungkinkan pengguna Google Apps menyimpan dokumen dalam jaringan cloud sehingga bisa diakses dari manapun dan menggunakan perangkat apa saja.

Lalu ada juga perangkat Google Chromebook dan Chromebox yang merupakan komputer yang sepenuhnya terhubung dengan layanan cloud perusahaan itu.

Mengenai peluang perusahaannya mencapai target yang relatif ambisius itu, Singh menyatakan bahwa pihaknya merasa optimis. “Kami tahu celah-celah yang ada antara fitur kami dan mereka. Kami melakukan peningkatan tiap minggu. Target 90 persen itu pasti tercapai,” tandas Singh.

sumber : http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/12/27/16201623/Google.Ingin.Rebut.Pengguna.Office.dari.Microsoft