Cara IBM Perangi Wabah Ebola

IBM sediakan sistem pelaporan data dengan menggunakan perangkat mobile

275816_peta-ebola-ibm_663_382

 

VIVAnews – Menyusul langkah Microsoft dan Samsung beperang melawan virus Ebola, perusahaan International Business Machines (IBM) juga turun untuk melawan virus yang telah menewaskan ribuan orang.

IBM berkontribusi dengan cara berbeda dengan Microsoft dan Samsung. Perusahaan asal Amerika Serikat ini menyediakan data super komputasi untuk melacak dan mencegah penyebaran wabah Ebola sejak dini. IBM menempatkan data super komputasi di Sierra Leone, salah satu negara wabah Ebola.

Melansir BBC, Senin, 27 Oktober 2014, IBM meluncurkan sistem yang memungkinkan warga melaporkan masalah yang terkait Ebola melalui komunikasi suara dan SMS perangkat mobile. Informasi yang dikirimkan itu kemudian dianalisis dan ditindaklanjuti pemerintah dan lembaga kesehatan.

Disebutkan, informasi yang dilaporkan warga disertai dengan data lokasi yang spesifik, sehingga hal ini mempercepat pelacakan badan pemerintah.

“Kami melihat kebutuhan untuk cepat mengembangkan sistem yang memungkinkan masyarakat terkena dampak langsung Ebola bisa memberi pemahaman berharga bagaimana melawannya,” ucap Dr Uyi Stewart, Kepala Ilmuwan IBM Research Afrika.

Stewart mengatakan akses teknologi telah membantu badan pemerintah untuk secara cepat bisa terhubung dengan informasi yang dilaporkan warga.

“Menggunakan teknologi mobile, kami telah memberi mereka suara dan saluran untuk mengkomunikasikan pengalaman mereka secara langsung kepada pemerintah,” kata dia.

Melalui data itu, IBM akan melihat secara real time dalam peta, yang mana akan tampil peta berwarna merah menunjukkan masalah yang terkait Ebola.

Kontribusi IBM disambut positif oleh Khadijah Sesay, Direktur Inisiatif Pemerintahan Terbuka Sierra Leone.

“Ini telah membantu membuka saluran dengan masayakat umum sehingga kami dapat mempelajari saran mereka serta membuat kebijakan tindak lanjut dalam memerangi Ebola,” ucapnya.

Selain komunikasi via perangkat mobile, siaran radio juga digunakan mendorong orang menggunakan sistem pelaporan itu. Operator telekomunikasi setempat, Airtel mendukung perang melawan Ebola dengan menyediakan nomor gratis ke warga agar mampu mengirimkan SMS laporan penyebaran Ebola.

Untungnya, saat ini dilaporkan wilayah dengan jumlah kasus terkena Ebola  telah dipersempit dan cara pelaporan itu telah membantu pengiriman pasokan penting bagi warga misalnya sabun dan listrik.

Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/551984-cara-ibm-perangi-wabah-ebola

Untuk Apa Kemenkominfo Blokir DNS Google?

1051109googledns780x390

JAKARTA, KOMPAS.com — Awal minggu ini beredar kabar bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mulai melarang ISP Indonesia memakai DNS publik milik Google yang beralamat di 8.8.8.8 dan 8.8.4.4.

Pihak Kemenkominfo lewat juru bicara Ismail Cawidu telah menyuarakan bantahanmengenai dugaan tersebut. Belakangan, muncul pendapat lain dari Dirjen Aplikasi dan Teknologi Informatika (Aptika) Kemenkominfo Bambang Heru Tjahjoho mengenai pemblokiran DNS ini.

<span”>”Kominfo sejak diberlakukannya Permenkominfo No 19-2014 memang tidak memperbolehkan penggunaan DNS lain yang tidak memiliki filtering Database Trust+. Jadi tidak hanya DNS Google saja,” kata Bambang dalam e-mail yang dilayangkan keDailySocial.

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif yang dimaksud Bambang telah disahkan pada Juli lalu.

Lalu, untuk apa Kemenkominfo melarang penggunaan DNS yang tidak memiliki filtering database Trust+? Menurut Bambang, tujuannya tak lain untuk mencegah pengelabuan DNS yang memungkinkan pengguna mengakses konten negatif internet.

Bambang mencontohkan Biznet sebagai salah satu penggelar jasa akses internet (ISP) yang memblokir DNS di luar miliknya sendiri.

“Pemblokiran DNS ini merupakan suatu upaya untuk mencegah pelanggan mengelabui DNS Biznet dalam mengakses konten yang tidak diperbolehkan oleh Biznet maupun ISP nasional berlisensi lainnya,” kata Bambang.

Dia menambahkan bahwa 90 persen situs dalam daftar hitam database Trust+ mengandung konten pornografi terlarang sebagaimana diterangkan oleh Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Undang-Undang Pornografi.

Selain Biznet, ISP lain yang ditengarai telah melakukan pemblokiran DNS serupa adalah Telkom Speedy.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/10/09/10243447/Untuk.Apa.Kemenkominfo.Blokir.DNS.Google.

Resmi Dipecah, Ini Nama 2 Perusahaan Baru Hewlett-Packard

1631251hp-logo-0405203780x390

KOMPAS.com – CEO Hewlett-Packard, Meg Whitman pada Senin (6/10/2014) secara resmi mengumumkan bahwa perusahaan yang dipimpimnya akan dibagi menjadi dua. Raksasa industri teknologi itu akan memiliki dua perusahaan baru dengan nama, Hewlett-Packard Enterprise dan HP Inc.

Hewlett Packard Enterprise, dikutip KompasTekno dari Bloomberg, Selasa (7/10/2014), akan menjual perangkat data center dan aplikasi terkait dengan layanan server. Sementara perusahaan HP Inc. akan berkonsentrasi dalam bisnis penjualan PC dan perangkat printer.

Dua nakhoda sudah disiapkan HP untuk menjadi pucuk pimpinan dua perusahaan, Whitman akan bertanggungjawab sepenuhnya atas Hewlett-Packard Enterprise, sementara Dion Weisler yang sebelumnya menjabat sebagai Head of PC and Printer akan menjadi CEO HP Inc.

Dengan membagi dua perusahaannya, HP berharap Hewlett-Packard Enterprise akan memiliki pendapatan 58,4 miliar dollar AS dengan profit operasi sebesar 6 miliar dollar AS. Sementara HP Inc. akan memiliki pendapatan 57,2 miliar dollar AS dan profit operasi 5,4 miliar dollar AS.

Bersamaan dengan pemisahan dua perusahaan tersebut, HP yang juga akan memberhentikan sejumlah 55.000 karyawannya. Sebelumnya, di bawah Whitman, HP telah memiliki program pengurangan karyawan yang jumlahnya mencapai 36.000 orang.

Menurut Bloomberg, Hewlett-Packard Enterprise akan menghadapi persaingan yang ketat di pasar server mengingat kompetitornya seperti IBM, Oracle, dan EMC saat ini telah memiliki profit dan cash flow yang lebih tinggi.

Sementara bagi HP Inc., saat ini perusahaan belum memiliki produk unggulan yang bisa menggebrak pasar dan menghasilkan pendapatan dalam jumlah besar. Transisi HP ke era mobile computing juga belum sepenuhnya selesai dilakukan.

HP mencoba melawan sikap pesimis para pengamat dengan memberikan argumen bahwa dengan membagi dua perusahaan, masing-masing perusahaan bisa lebih fokus membidik pasar dan bertindak lebih cepat.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/10/07/10540077/Resmi.Dipecah.Ini.Nama.2.Perusahaan.Baru.Hewlett-Packard

Cosmos Browser Mobile yang Bisa Digunakan Tanpa Koneksi Internet

logo-cosmos

Saat menemukan informasi bahwa ada browser yang tidak memerlukan koneksi data/internet, sepertinya mendengarkan sesuatu hal yang tidak mungkin. Bagaimana mungkin sebuah browser kok bisa berfungsi tanpa koneksi data seperti GPRS atau Wifi?? Bagaimana bisa??? Cosmos adalah aplikasi browser Android yang bisa melakukan hal tersebut dan merupakan hasil karya dari 4 orang hacker pada acara MHacks, sebuah kompetisi pemrograman bagi pelajar di Amerika Serikat yang diikuti oleh pelajar dari seluruh dunia.

Begini contoh tampilan sebuah halaman web browser tersebut:

browser-cosmos

Ternyata ada teknik jitu yang memungkinkan kita membuka alamat URL tertentu pada browser Cosmos ini yang kemudian menampilkan isi alamat url tersebut, ternyata di balik layar browser ini memanfaatkan SMS untuk lalu lintas data.

Jadi cara kerjanya adalah sebagai berikut:

  1. Pengguna mengetikkan alamat web/URL pada browser Cosmos
  2. Browser mengirimkan alamat ini ke server Cosmos melalui SMS
  3. Server Cosmos mengakses alamat URL yang diminta dan menghilangkan bagian-bagian yang berat seperti image, CSS dan Javascript
  4. Server Cosmos menghasilkan kode HTML yang sederhana yang sudah dimampatkan(dikompresi) dan mengirimkan balik ke browser melalui SMS
  5. Browser Cosmos menampilkan kode HTML yang sudah disederhanakan tersebut

Walau mungkin browser Cosmos ini tidak bisa berfungsi maksimal untuk browsing karena berbagai keterbatasan yang ada tapi memungkinkan kita tetap bisa mengakses halaman web yang kita inginkan saat berada dalam situasi atau kondisi di mana kita tidak memiliki akses internet/koneksi data.

Di balik layar Cosmos menggunakan teknologi Node JS serta Twilio API (layanan SMS yg bisa diintegrasikan melalui pemrograman )

Sayangnya saat penulisan ini, aplikasi Cosmos sedang ditarik dari Play Store karena mengalami masalah dana dan mereka sedang berusaha mencari dana tambahan untuk membiayai berbagai biaya operasional yang semakin membengkak dikarenakan popularitas browser ini.

Apabila Anda ingin menyumbang bisa mengunjungi alamat berikut: https://www.tilt.com/campaigns/cosmos-browser/description

Bahkan Anda pun bisa menengok kode program dari browser ini di https://github.com/ColdSauce/CosmosBrowserAndroid

Atau Anda dapat mengunjungi situs web mereka di: http://cosmosbrowser.org

Sumber: http://www.beritateknologi.com/cosmos-browser-mobile-yang-bisa-digunakan-tanpa-koneksi-internet/

Bukan Windows 9, Microsoft Resmikan Windows 10

0628056windows10startmenu780x390

KOMPAS.com – Microsoft telah mengumumkan secara resmi nama sistem operasinya yang akan datang. Jika selama ini dirumorkan akan bernama Windows 9, ternyata sistem operasi itu akan dinamai Windows 10.

Seperti diberitakan TheVerge, Rabu (1/10/2014), Microsoft menyebut Windows 10 sebagai “platform paling komprehensif” karena sistem itu akan tersedia untuk berbagai perangkat, mobile dan desktop.

Developer pun akan bisa membuat aplikasi di atas Windows 10 yang sifatnya universal, alias bisa berjalan di semua platform, baik mobile maupun desktop.

Menurut TheVerge, Microsoft menjelaskan Windows 10 sebagai berikut:

Windows 10 akan berjalan di tipe perangkat yang luas — dari Internet of Things ke server dan datacenter di seluruh dunia. Beberapa perangkat ini punya layar 4 inchi – beberapa memiliki layar hingga 80 inchi — dan ada juga yang tak punya layar. Beberapa bisa Anda genggam, ada yang digunakan dari jarak 10 kaki. Beberapa perangkat ini akan Anda sentuh atau gunakan stylus, yang lainnya memakai keyboard/mouse, yang lain lagi memakai kendali jarak jauh atau gerak — dan ada perangkat yang bisa berubah-ubah jenis inputnya.

Microsoft tampaknya mencoba mengulang kisah sukses WIndows 7 dan “melupakan” Windows 8. Karena, yang diincar oleh Windows 10 memang menggiring pengguna Windows 7 ke Windows 10.

“Kami ingin pengguna Windows 7 merasakan bahwa selama ini mereka mengemudikan Prius generasi pertama, dan Windows 10 itu bagaikan Tesla,” ujar Joe Belfiore,  Corporate Vice President, Operating Systems Group,  Microsoft.

Dari sisi tampilan, layar “Metro” dan menu Start telah digabungkan. Sehingga tak lagi sebuah layar besar yang selama ini terasa tidak nyaman untuk mereka yang pindah dari Windows 7 ke Windows 8.

Namun, Live Tiles dikatakan masih akan tetap ada. “Tiles dan icon yang ditampilkan adalah gabungan dari apps klasik dan apps universal yang baru,” kata Belfiore.

Belfiore pun menekankan bahwa dualisme yang muncul di Windows 8, antara aplikasi modern dan aplikasi klasik, tak lagi diinginkan. “Kami mau pengguna mouse dan keyboard tetap memiliki pengalaman User Interface yang familier,” ujarnya.

Meski demikian, tampilan layar penuh untuk pengguna layar sentuh seperti yang sekarang ada di Windows 8 bakalan tetap ada. Tampilan ini hadir dalam modus khusus bernama Continuum.

Windows 10 akan diluncurkan untuk umum pada akhir 2015. Program tinjauan awal bagi pengguna, bernama “Insider Program”, akan digelar awal Oktober ini.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/10/01/06311497/Bukan.Windows.9.Microsoft.Resmikan.Windows.10