Windows 9 Bisa Tersedia secara Gratis untuk Pengguna Windows 8

Microsoft memang belum secara resmi memperkenalkan Windows 9 yang mempunyai kode nama Windows Threshold. Meski begitu, perusahaan yang dikenal sebagai produsen software terbesar dunia itu memastikan kalau sistem operasi tersebut bakal tersedia secara cuma-cuma untuk pengguna Windows 8.

Hal ini diungkapkan oleh CEO Microsoft Indonesia Andreas Diantoro seperti dikutip dari Detik. Menurut Andreas, pengguna Windows 8 nantinya hanya tinggal melakukan update untuk bisa memperoleh Windows 9. Setelah proses update selesai, maka secara otomatis instalasi Windows 9 dilakukan.

Windows-9-Start-Menu

Beberapa fitur kabarnya bakal hadir pada Windows 9. Di antaranya adalah kembalinya tombol start menu serta karakter Clippy. Selain itu, menurut rumor yang berkembang, Windows 9 bakal bisa digunakan di berbagai perangkat, termasuk adalah pada produk tablet berbasis ARM yang sebelumnya harus memakai Windows RT dan sebuah smartphone yang sebelumnya memakai Windows Phone. Tak lupa, Windows 9 juga dikabarkan mendukung penggunaan Cortana.

Sumber: http://www.beritateknologi.com/windows-9-bisa-tersedia-secara-gratis-untuk-pengguna-windows-8/

 

“Samsung Sudah Punya ‘iPhone 6’ Setahun Lalu”

17245921324372780x390

KOMPAS.com – iPhone 6 menjadi pembicaraan hangat selama dua pekan belakangan ini. Tak terkecuali bos-bos perusahaan teknologi besar, seperti Eric Schmidt.

Schmidt yang merupakan Google Executive Chairman itu sempat ditanyai pendapatnya tentang perangkat smartphone terbaru Apple itu oleh Bloomberg TV. Lantas, apa pendapat Schmidt?

“Saya beritahu pendapat saya (tentang iPhone 6), Samsung sudah punya produk seperti itu sejak setahun yang lalu,” demikian ujar Schmidt seperti dilansir dari Mashable(25/9/2014).

Meski tak disebutkan namanya, produk yang dimaksud oleh Schmidt adalah Galaxy Note 3 yang diluncurkan Samsung setahun yang lalu, September 2013.

iPhone 6 dan iPhone 6 Plus yang baru saja diluncurkan Apple pada awal September ini memang memiliki beberapa fitur yang sebelumnya sudah dimiliki Galaxy Note 3, seperti layar yang lebih besar (5,7 inci), fitur NFC, notifikasi, serta dukungan keyboard dari pihak ketiga.

Pria yang juga mantan CEO Google itu juga mengakui bahwa kompetisi Google dan Apple di pasar smartphone masih akan sengit. Bahkan ia menggambarkan persaingannya itu dengan istilah “brutal.”

“(Persaingan) antara Google dan Apple, akan ada perlombaan yang sangat sangat ketat,” ujar Schmidt.

Soal ukuran layar iPhone 6 yang jadi lebar, Samsung juga sudah mengeluarkan sindiran yang menyaru sebagai iklan Galaxy Note 4. Dalam iklan tersebut, Samsung menulis “No One is Going to Buy a Big Phone” yang artinya kira-kira “Tidak ada yang mau membeli ponsel berukuran besar.”

Di bawahnya, Samsung menambahkan kalimat “Tebak siapa yang sekarang berubah pikiran.”

Kutipan yang dipakai Samsung dalam foto tersebut tak lain adalah kalimat yang disampaikan oleh mendiang Steve Jobs, mantan CEO Apple di saat peluncuran iPhone 4.

Apple sejak dulu memang konsisten dengan pernyataan Steve Jobs di atas dengan membuat iPhone dengan layar kecil, maksimal 4 inci. Namun akhirnya, Apple “menyerah” dengan merilis iPhone 6 berlayar 4,7 inci dan iPhone 6 Plus dengan layar 5,5 inci.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/09/26/16520537/.Samsung.Sudah.Punya.iPhone.6.Setahun.Lalu.

Apacer Mulai Tawarkan DDR4

ApacerMulaiTawarkanDDR4

Taiwan, PCplus – Menyusul sejumlah produsen lain yang sudah menawarkan DDR4 untuk Intel Haswell-E ─ prosesor desktop pertama yang menggunakan DDR4, Apacer mulai menawarkan DDR4 semenjak 19 September lalu, tepatnya DDR4 2133 Unbuffered DIMM. DDR4 adalah standar baru untuk memori utama. Selain bisa mencapai frekuensi kerja efektif yang lebih tinggi, DDR4 juga punya tegangan kerja default yang lebih rendah.

DDR3 tersedia mulai dari DDR3-800 sampai DDR3-2133 (sesuai standar JEDEC ─ organisasi yang mengurusi standar memori utama), sementara DDR4 tersedia mulai dari DDR4-1600 sampai DDR4-2400 (juga sesuai standar JEDEC). Sekilas frekuensi kerja efektif tertinggi yang dimiliki keduanya tidak berbeda jauh, namun standar DDR3 yang lebih tinggi sebenarnya hadir belakangan. Jadi bukan tidak mustahil, di masa yang akan datang standar DDR4 mencapai nilai yang lebih tinggi lagi.

Untuk tegangan kerja defaultnya, DDR4 butuh 1,2 V. Nilai ini 0,3 V lebih rendah dari milik DDR3 yang 1,5 V. Tegangan kerja yang lebih rendah 25% ini diklaim bisa menekan konsumsi daya memori utama sampai 50%. “Keunggulan DDR4 ini membantu menurunkan konsumsi daya secara efektif, menjaga suhu sistem rendah dan meningkatkan kestabilan integral, sementara mampu memberikan peningkatkan pada kinerja,” tegas Anderson Chang (PC Application Product Division Product Manager Apacer).

Apacer DDR4 2133 Unbuffered DIMM yang baru diluncurkan itu merupakan DDR4-2133 dengan kapasitas 4 GB dan 8 GB plus memiliki CAS Latency 15. Tegangan kerja yang dibutuhkan sesuai dengan nilai default DDR4, yakni 1,2 V.

Sumber: http://www.pcplus.co.id/2014/09/berita-teknologi/apacer-mulai-tawarkan-ddr4/

Google Luncurkan Fitur Peringatan Dini Bencana Alam

nESLHYDU3A

JAKARTA – Google meluncurkan fitur Google Public Alerts dan Crisis Map untuk Indonesia. Fitur ini dirancang untuk memberikan peringatan darurat yang akurat dan relevan untuk masyarakat saat terjadi bencana alam.

Ke depan, peringatan untuk gempa bumi dan tsunami akan ditampilkan di Google Public Alerts page juga di Google Search, Google Maps dan Google Now.

“Kami bisa menghadirkan Crisis Map dan Public Alerts ini di Indonesia berkat kerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” kata Google dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/9/2014).

Saat terjadi tsunami, bila pengguna melakukan pencarian untuk informasi yang berhubungan dengan tsunami di Google Search atau Maps pada desktop atau perangkat seluler, Google akan menginformasikan peringatan mengenai bencana tersebut.

Pengguna dapat menelusuri peringatan tersebut dengan meng-klik untuk mendapatkan informasi mengenai wilayah-wilayah yang diproyeksikan akan terkena dampak, estimasi waktu datangnya tsunami, tinggi gelombang dan berbagai informasi untuk mengamankan diri.

Pada perangkat Android dan iOS, Google Now akan menampilkan sebuah kartu dengan informasi peringatan dan intruksi evakuasi untuk para pengguna yang berlokasi di wilayah yang terkena dampak.

“Kali ini, untuk pertama kalinya, kami juga telah bekerja sama dengan operator telekomunikasi untuk memperluas jangkauan peringatan penting ini melalui feature phones,” lanjut Google.

Pelanggan Indosat, sambung mereka, dapat mengakses peringatan-peringatan ini dengan mengirimkan pesan singkat *123*77# dari nomer Indosat mereka dan mengikuti petunjuk yang ada.

Sumber: http://techno.okezone.com/read/2014/09/23/55/1043337/google-luncurkan-fitur-peringatan-dini-bencana-alam

Microsoft siap Beberkan Keberadaan OS Windows 9 pada 30 September 2014

undangan-windows

Keberadaan sistem operasi terbaru Windows 9 ‘threshold’ nampaknya segera diungkapkan secara resmi oleh Microsoft. Perusahaan yang kini dipimpin oleh Satya Nadella itu pun baru saja menyebarkan undangan kepada para jurnalis di Amerika Serikat.

Undangan yang disebarkan oleh Microosft tersebut memang tak mengungkapkan hal yang panjang lebar. Dalam undangan tersebut, Microsoft hanya menuliskan kata-kata, “join us for what’s next for Windows and the enterprise.” Dalam email undangan tersebut juga dilampirkan informasi teknis serta konsumen di segmen bisnis.

Meski tak mengungkapkan banyak informasi, tanggal 30 tersebut kemungkinan besar adalah ajang pengenalan awal Windows 9 kepada publik. Terlebih beberapa waktu lalu sempat terkuak beberapa bocoran mengenai fitur-fitur yang akan hadir pada Windows 9. Termasuk di antaranya adalah keberadaan tombol Start yang hadir dengan desain baru.

Namun tentu saja hal ini masih berupa spekulasi. Bisa saja Microsoft malah memperkenalkan produk baru lainnya. Apapun itu, kita tunggu saja kabar mengenai keberlangsungan event pada tanggal 30 September yang diadakan di San Francisco ini.

Sumber: http://www.beritateknologi.com/microsoft-siap-beberkan-keberadaan-os-windows-9-pada-30-september-2014/

Ini “SD Card” Kapasitas Terbesar di Dunia

1225505SanDisk-512-GB780x390

KOMPAS.com — SanDisk membuat terobosan berupa kartu penyimpanan SD card dengan kapasitas yang belum pernah dicapai selama ini, 512 gigabyte (GB). SD card itu kini menjadi kartu penyimpanan dengan kapasitas terbesar.

Menurut BBC, Jumat (12/9/2014), SanDisk akan menjual kartu penyimpanan itu dengan banderol 800 dollar AS (sekitar Rp 9,5 juta).

Kartu penyimpanan tersebut ditujukan bagi kalangan videografer yang merekam dalam format video 4K (empat kali Full HD).

File 4K memang membutuhkan ruang penyimpanan yang luas, tergantung pada kompresi yang digunakan. Namun, file video 4K durasi satu menit biasanya memakan ruang hingga 5 GB.

“4K Ultra HD adalah contoh teknologi yang mendorong kami untuk membuat solusi penyimpanan dengan kapasitas besar,” ujar Dinesh Bahal, VP Product Marketing SanDisk.

Dengan kapasitas 512 GB, maka kartu SanDisk itu bisa digunakan untuk menyimpan file video 4K durasi 30 menit, tergantung pada tipe kamera yang digunakan.

Peluncuran kartu dengan kapasitas penyimpanan terbesar di dunia itu bertepatan dengan momen 10 tahun semenjak SanDisk meluncurkan SD card 512 megabyte (MB).

Format SD card saat ini menjadi format kartu penyimpanan yang paling banyak dipakai sebagai standar penyimpanan berbasis flash. Kartu ini populer dipakai di kamera digital, camcorder, atau perangkat mobile lainnya.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/09/14/09050077/Ini.SD.Card.Kapasitas.Terbesar.di.Dunia

IBM: 2015, 99 Persen Perusahaan Adopsi Cloud

Semua perusahaan mulai anggarkan biaya untuk penyimpanan Cloud.

266668_cloud-storage_663_382

VIVAnews – International Business Machines (IBM) menilai Komputasi Awan atau Cloud akan menjadi tren teknologi primadona dan banyak dimanfaatkan oleh para perusahaan untuk menjalankan bisnis ke depannya.

Berdasarkan survei terbaru mereka lakukan, tercatat dari tahun 2013, ada sekitar 13 persen perusahaan yang tidak mengalokasikan budget untuk Cloud.

“Jadi ada sekitar 87 persen perusahaan yang telah mengalokasikan budget-nya untuk Cloud di tahun 2013,” ujar Kurnia Wahyudi selaku Cloud Leader IBM Indonesia ditemui VIVAnews di Mid Plaza, Jakarta, kemarin.

Kurnia melanjutkan, tren tersebut akan kian menanjak di tahun berikutnya. Tepatnya pada 2015 nanti hanya menyisakan satu persen saja perusahaan yang belum menyediakan anggaran untuk Cloud.

“Artinya mereka mulai menyadari bahwa Cloud itu penting,” jelasnya.

Maka dari itu, melihat tren pemanfaatan Cloud yang semakin meningkat, IBM mencoba menjadi konsultan untuk memberikan solusi kepada mereka mengenai Cloud. Hal ini disebabkan, masih ada orang atau perusahaan yang belum mengerti betul cara menggunakan tren teknologi tersebut.

“Ingin memberikan informasi kepada konsumen, setiap perusahaan pasti punya kebutuhan berbeda-beda dengan Cloud, kita menjelaskan bahwa kita punya portofolio komprehensif yang lengkap,” ungkap Kurnia.

Pada kesempatan yang sama, Moh. Ghozie Indra Dalel selaku Country Manager Global Technology Services IBM Indonesia mengungkapkan tren ke depannya para enterprise bisa memanfaatkan solusi ini.

“Kita lihat potensinya besar sekali, makin lama makin besar,” kata Ghozie.

Melihat potensi tersebut, IBM ingin menyasar pangsa perusahaan besar. Ghozie memaparkan bahwa perusahaan besar pasti memiliki permasalahan yang kompleks dalam menangani usahanya.

“Kita suka sekali dengan solusi kompleks karena kita dokter, banyak solusi end to end yang bisa ditawarkan (kepada mereka),” ujarnya.

Ghozie menjelaskan membidik perusahaan besar bukan berarti mengabaikan pangsa medium atau small, karena IBM juga menargetkan segmen tersebut.

“Kami ingin menguatkannya karena kami yakin Softlayer (data center) yang kami akuisisi itu sudah menguasainya (pangsa pasar) Indonesia dari perusahaan besar hingga kecil, selama perusahaan itu terkoneksi dengan internet, ” paparnya.

IBM menawarkan kepada enterprise berbagai solusi mulai data center, server, hingga private cloud.

Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/534610-ibm–2015–99-persen-perusahaan-adopsi-cloud

Dr. Watson Akan Bantu Obati Penyakit

discoveryadvisor_01

IBM dikabarkan terus mengembangkan cognitive computing via purwarupa Watson. Watson diharapkan bisa membantu mempercepat penemuan ilmiah dalam bidang medis. Caranya adalah dengan melakukan scanning sejumlah besar buku rujukan dan data secara lebih cepat dibandingkan yang bisa dilakukan manusia serta menyarankan penanganan yang paling memungkinkan.

Menurut PCWorld, dalam pameran di New York belum lama ini, IBM telah mempertontonkan layanan cloud-nya yang diberi nama Watson Discovery Advisor. Layanan ini, bisa membantu para peneliti kedokteran mencari data terbaru di antara “tumpukan” masif data.

Dalam acara tersebut, Senior Vice President IBM, Mike Rhodin menunjukkan bagaimana Watson dapat mempercepat pencarian rujukan kedokteran dan analisisnya terhadap bidang tertentu, sebuah proses yang cukup sulit dilakukan bahkan oleh sekelompok tim riset dengan anggota yang cukup banyak.

Menurut IBM, informasi kedokteran dan medis bertambah dua kali lipat setiap tiga tahun dan pada tahun 2020 akan bertambah dua kali lipat setiap 73 hari. Akibatnya, seorang dokter tidak bisa lagi mengandalkan ketrampilan kedokterannya, bahkan jika ditambah dengan kegiatan membaca jurnal kedokteran terbaru secara intensif. Di sinilah Watson berperan dengan cara melakukan pekerjaan yang diperlukan di latar belakang. Tujuannya adalah untuk mempersempit informasi yang ada untuk menghasilkan kemungkinan penanganan yang sesuai.

Dalam demonya di acara ini, IBM menunjukkan peran Watson yang membantu Baylor College of Medicine. Watson melakukan identifikasi penanganan yang paling mungkin secara lebih cepat terhadap protein yang berkaitan dengan banyak kasus kanker, yakni p53.

IBM menyatakan bahwa sebanyak lebih dari 70 ribu karya ilmiah tentang p53 telah ditulis. Seorang peneliti tentu tidak akan mungkin membaca semua karya ilmiah itu dalam waktu singkat. Nah, Watson berperan dalam hal ini dengan kemampuannya menyisir aneka karya ilmiah ini untuk menyarankan sejumlah protein lain yang bisa mengendalikan aktivitas p53. Menggunakan hasil analisis Watson, para peneliti berhasil menemukan tujuh protein dalam waktu beberapa minggu saja untuk mendapatkan pengobatan yang paling sesuai. Biasanya, para dokter dan peneliti membutuhkan waktu setahun untuk menemukan pengobatan yang tepat.

Sumber: http://www.infokomputer.com/2014/08/berita/berita-reguler/dr-watson-akan-bantu-obati-penyakit/