Google Street View Sudah Hadir di Jakarta

0935424kg780x390

JAKARTA, KOMPAS.com — Layanan pemetaan Google Street View sudah tersedia untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Layanan yang menyediakan pemandangan virtual 360 derajat di suatu daerah itu, menurut pantauan KompasTekno, sudah bisa diakses mulai pagi ini, Kamis (21/8/2014).

Sejumlah wilayah populer di DKI Jakarta kini bisa dinikmati melalui Street View, seperti Museum Fatahillah, Bundaran Hotel Indonesia, kawasan Senayan, dan sebagainya.

Tak hanya obyek-obyek tersebut, jalan-jalan di wilayah DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi sudah bisa dijelajahi melalui layanan Google Street View di PC dan smartphone.

Rencananya, Google akan memperkenalkan layanan tersebut secara resmi hari ini, Kamis (21/8), dalam sebuah acara di Jakarta.

Update: Tak hanya wilayah Jabodetabek, Google Street View juga merambah tiga kota lain di Indonesia. (Baca: Google Street View Rambah 4 Kota di Indonesia)

Proyek Google Street View sendiri mulai diluncurkan Google semenjak 2007 lalu di berbagai negara. Di Indonesia sendiri, proyek tersebut baru dimulai sejak Oktober 2012.

Google menggunakan mobil khusus yang dilengkapi dengan kamera yang bisa mengambil gambar 360 derajat untuk melakukan pemetaan di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Dengan Street View, selain menyediakan akses foto panorama suatu lokasi, Google juga menjadikannya model bisnis layanan tersebut yang menyasar pengguna dari kalangan perusahaan.

Untuk mengakses layanan Google Street View, buka dari browser, http://maps.google.com, klik area yang ingin Anda kunjungi dan pilih menu “Street view” yang muncul di bawah area pencarian. Cara lain ialah dengan “menyeret” (drag) icon gambar orang berwarna kuning yang terletak di kanan bawah layar browser ke area yang akan dijelajahi.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/08/21/08130117/google.street.view.sudah.hadir.di.jakarta

IBM Simon, Smartphone Pertama di Dunia

1227559ibm-simon780x390

KOMPAS.com – Sangat tebal, panjang, dan layarnya kecil. Itulah gambaran bentuk ponsel pintar (smartphone) pertama di dunia. Adalah IBM Simon yang menyandang gelar smartphone pertama tersebut.

IBM Simon bisa disebut lebih mirip perangkat komunikasi radio walkie-talkie ketimbang telepon seluler. Ponsel pintar ini diluncurkan pertama kali pada 16 Agustus 1994 dan hanya dijual di AS.

“Simon tidak disebut smartphone pada zaman itu. Namun, fiturnya memiliki banyak kesamaan dengan smartphone saat ini,” kata Kurator Museum Sains London Charlotte Connelly, seperti dikutip BBC.

Ponsel seberat setengah kilogram (500 gram) itu populer di kalangan pebisnis yang menginginkan telepon seluler sekaligus komputer mini.

Charlotte menilai desain ponsel yang hanya diproduksi sebanyak 15.000 unit tersebut melampaui tren zamannya. “Telepon itu punya kalender, bisa untuk mencatat, mengirim e-mail, serta pesan singkat. Semuanya digabungkan di dalam satu ponsel,” kata Charlotte.

Kurator museum ini menggambarkan IBM Simon seperti sebongkah batu berwarna abu-abu. “Bentuknya seperti batu abu-abu, tapi tidak sebesar seperti yang Anda bayangkan. Ponsel itu punya pena stylus dan layar LCD hijau yang ukurannya serupa dengan iPhone 4. Bahkan, tampilannya tidak jelek,” terang Charlotte.

Salah satu kelemahan IBM Simon, menurut Charlotte, baterai tidak dapat bertahan lama – hanya dapat dipakai satu jam. Selain itu, banderol IBM Simon sangat mahal yaitu 899 dollar AS.

“Saat itu tidak ada internet untuk ponsel. Jadi alat ini tidak terlalu sukses,” ujar Charlotter.

Karena faktor tersebut, IBM Simon menghilang dari peredaran sekitar dua tahun sejak diluncurkan pada 1994.

Kini, IBM Simon yang telah berumur 20 tahun dipajang dalam pameran Museum Sains London.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/08/18/14360047/IBM.Simon.Smartphone.Pertama.di.Dunia

Simpana, Tawarkan Kesederhanaan untuk Manajemen Data

commvault

JAKARTA, PCplus – Simpan data perusahaan maupun pribadi di cloud bukanlah hal asing saat ini. Banyak orang dan perusahaan sudah melakukannya. Ada yang menggunakan jasa public cloud seperti Google Drive, Box dan sejenisnya. Ada juga – biasanya perusahaan – yang memakai private cloud. Sebagian lagi, juga biasanya perusahaan, memanfaatkan hybrid cloud, yakni kombinasi dari private dan public cloud.

Simpan data di cloud atau di mana pun itu memang bukan urusan sulit. Yang sulit, apalagi jika datanya banyak dan berukuran besar, adalah pengelolaannya. Untuk pengelolaan data, tersedia beragam softwared dari sejumlah vendor, antara lain CA, EMC, IBM, dan Symantec. Namun jika mau simpel, kata Thomas E. Sawyer (Area Vice President, Asean and Global Accounts for AP, CommVault) dalam jumpa pers di Jakarta (18/6/2014), perusahaan bisa menggunakan Simpana dari CommVault.

“Simpel karena single code-based, dan single platform. Jadi tidak perlu berbagai software untuk mengelola data seperti tawaran para pesaing. Simpana ini bisa dipakai untuk analisis, backup dan recovery, replikasi, archive maupun mencari (search),” jelas Sawyer.

“Backup bisa dari satu platform, tidak peduli apa sistem operasinya. Bisa on-premise atau cloud,” tambah Sjafril Effendi (President Director, PT MII – Mitra Integrasi Informatika). Andaikata perlu enkripsi untuk mengamankan data, Simpana juga bisa menghadirkannya. “Fitur enkripsi ini sudah tersedia, tinggal pengguna mau mengaktifkannya atau tidak. Misalnya untuk e-mail di bank,” kata Sjafril.

Software Simpana ini, tutur Sawyer, sudah digunakan di banyak negara, termasuk di Asia Pasifik. Stock Exchange Thailand, Avant Insurance, WWF Australia dan Western Australia Department of Agriculture (Australia), Beijing University (Tiongkok), Tata BP Solar (India), Morinaga Milk (Jepang), KwangJu National Computing & Information Agency (Korea Selatan), Penang Adventist Hospital (Malaysia), dan Volkswagen (India dan Tiongkok) adalah sebagian dari pengguna software besutan commvault ini.

Mau tahu harga Simpana? Sawyer mengatakan Simpana dijual berdasarkan dalam kapasitas terabyte. “Lisensinya berdasarkan kapasitas, berbasis agents. Selain itu juga ada harga berlangganan (subscribing price). Tergantung pada kebutuhan kustomer,” jelasnya. Sjafril menambahkan, “harga tergantung dari jumlah production data yang mau di-backup. Jadi efisien. Platform solution-nya pun cuma satu.”

Sumber: http://www.pcplus.co.id/2014/06/berita-teknologi/simpana-tawarkan-kesederhanaan-untuk-manajemen-data/attachment/commvault/

Four Js Introduces Genero Mobile

ios7_and_android42_one_source_code

Model, compile, package and deploy your apps, maximizing market reach for minimum effort. That’s the promise of Genero Mobile. The Genero Studio framework lets you create native iOS and Android apps from a single code base. Native by their look and feel and by their performance. Develop indifferently for smartphones and tablets, adding Web Services and data syncing with wizards that insulate you from API and protocol complexities. Capture rich media, signatures, localisation data. Scan QR and bar codes. Integrate on-board apps such as Camera, Phone, GPS, Email, Contacts and Calendar into the core of your application. Access motion sensors and peripherals. All this using an abstract API that enables you to develop just once for both platforms.

Native and cross-platform – unique!

Develop mobile enterprise apps in a fraction of the time with an Integrated Development Environment that separates logic, presentation and data layers into manageable entities that provide cross-platform flexibility and improve developer productivity. Develop using abstract code and avoid the effort of learning thousands of proprietary iOS and Android API system calls. Focus on what matters most – the features that deliver the benefits that make your app the best in class. Make the best of both worlds – that of a native user experience providing great response times and the ability to run cross-platform without changing your code. Apps fully exploit gesture control without the need to learn complex and proprietary gesture APIs.

Develop faster, smarter on OSX, Linux and Windows

Create your entire app using just one framework – Genero Studio. It’s the only framework you’ll need to learn for both iOS and Android. No need for Eclipse nor Xcode in combination with Visual Studio or other proprietary IDEs; Genero Studio enables you to design and generate native user interfaces in a snap. Create your business logic with abstract calls to on board sensors, peripherals and apps from its business application modeler without writing a single line of code. Rival development frameworks require native editors to create user interfaces and use proprietary APIs to access on board devices. Not so with Genero Studio – one code base fits both operating systems. Everything you need to create your app is contained within Genero Studio. There’s a code editor, debugger, forms designer, Subversion source control system, code analyzer, profiler, database schema designer, project manager, business application modeler and generator. And Genero Studio runs on Windows, Linux and Mac OSX.

Apps in a snap

Applications may be developed using Genero Studio’s Business Application Modeler (BAM) to create standards based code for ergonomic coherence and reliability. An object editor creates symbolic workflow diagrams that are integral to source code; when the workflow is modified, so is the diagram and your source code adjusts with it. This contrasts with UML, where code and diagram evolve independently. BAM diagrams generate 80% of your app’s business logic from customizable templates.

Powerful language grammar for custom business logic

Business logic is either modeled with BAM or coded using Business Development Language (BDL) – a powerful, abstract, easy-to-learn, easy-to-read and maintain programming language. BDL comprises constructs that enable the rapid coding of complex business logic and traps syntax and semantic errors at compile rather than run time. BDL compiles to a pseudo code that executes in a virtual machine available for iOS and Android as well as desktop and server based Windows, Linux, Unix and Mac OSX. BDL can be mastered in a matter of days and weeks rather than the months and years required of generalist 3GL languages. You’ll write twice as fast and with a fraction of the bugs thanks to its purpose built business oriented syntax.

Source: http://www.generomobile.com/product/

Suggested reading: watch “Webinar: Rapid App Development with Genero Mobile” on YouTube that will get you started with Genero Mobile!