Pasar PC Lesu, AMD Tak Mau Latah Pindah ke “Mobile”

JAKARTA, KOMPAS.com – Industri PC sedang lesu, seperti direfleksikan oleh data lembaga riset Gartner yang menyebut bahwa angka pengiriman PC secara global turun 8.3% dari tahun ke tahun.

IDC mengungkapkan hal senada dengan melaporkan bahwa pasar PC global pada kuartal III 2012 turun 8,6% dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, perangkat mobile, seperti tablet dan smartphone terus berkembang dan diprediksi mengalami pertumbuhan year-on-year 27,4 persen pada 2013 dan 19,2 persen pada 2014, seperti dikemukakan IDC pada September lalu

Mengenai hal ini, AMD Far East LTD Asia Pacific & Japan Consumer Sales Director Brian Slattery berpendapat bahwa perubahan tren dari PC ke perangkat mobile berlangsung dengan cepat sehingga banyak pelaku industri PC yang terlambat mengantisipasi.

“Itulah mengapa kita melihat banyak perangkat hybrid, gabungan komputer dan tablet di pasaran,” ujarnya seusai peluncuran APU AMD generasi kedua di Jakarta, Selasa (27/11/2012).

Slattery memprediksi, di masa depan akan ada separasi di dalam pasar. “Para power user seperti pemain game akan menggunakan PC, sementara pengguna yang lebih casual akan beralih menggunakan perangkat mobile seperti tablet.”

Meski begitu, Slattery menambahkan bahwa pihaknya masih belum melihat titik temu yang pas untuk memenuhi kebutuhan dua kategori pasar itu dengan tepat.

Balance-nya belum terlihat, masih berubah-ubah, karena itu kami memilih untuk mengamati pasar dan kemudian menyesuaikan diri,” ujarnya.

Dia mengatakan, soal perangkat mobile AMD sendiri memiliki basis platform yang andal berupa prosesor APU yang diklaim menerima sambutan hangat dari pasar. Generasi kedua dari APU ini diharapkan bisa memberi kontribusi serupa.

Terkait lisensi ARM yang akan dipakai sebagai basis lini prosesor server 64-bit baru AMD, Slattery mengatakan bahwa belum ada rencana untuk memakai arsitektur buatan ARM untuk membangun prosesor mobile. “Tapi kami sudah memiliki prosesor tablet x86 bernama Hondo yang antara lain telah digunakan Fujitsu di tablet Windows 8 miliknya.”

sumber  :  http://tekno.kompas.com/read/2012/11/28/11404021/pasar.pc.lesu.amd.tak.mau.latah.pindah.ke.quotmobilequot

Google Ingin “Rebut” Pengguna Office dari Microsoft

KOMPAS.com – Sebagian besar atau sekitar 96 persen pemasukan Google berasal dari iklan. Hanya sekitar 4 persen yang berasal dari produk-produk enterprise. Tapi kini keadaan tersebut sedang coba diubah oleh raksasa internet itu.

Tak tanggung-tanggung, dengan rangkaian aplikasi dan jasa cloud miliknya yang diklaim bisa menghemat ongkos perusahaan, Google menargetkan bakal “mengkonversi” sebagian besar pengguna produk saingan, Microsoft Office.

“Tujuan kami adalah mengalihkan 90 persen pengguna yang sebenarnya tak membutuhkan seluruh fitur tingkat lanjut dari Office,” ujar kepala unit Enterprise Google Amit Singh seperti dikutip dariAllThingsD.

Dulu, pada 2011, Google kesulitan menawarkan jasa pada perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan ini menyerah dalam tender penyediaan perangkat lunak untuk Toyota, yang berakhir dengan kemenangan Office 365 dari Microsoft.

Kini, menjelang akhir 2012, menurut Singh hal tersebut telah berubah. “Inilah tahun di mana kami menembus batasan dan bisa merengkuh pelanggan berskala besar,” katanya.

Tahun ini, Google memang menerapkan sejumlah peningkatan pada tawaran produk-produk enterprise miliknya. Google, antara lain, meluncurkan jasa cloud computing Compute Engine yang langsung menyasar layanan serupa dari Amazon dan Microsoft Azure.

Google juga meluncurkan Drive, yang memungkinkan pengguna Google Apps menyimpan dokumen dalam jaringan cloud sehingga bisa diakses dari manapun dan menggunakan perangkat apa saja.

Lalu ada juga perangkat Google Chromebook dan Chromebox yang merupakan komputer yang sepenuhnya terhubung dengan layanan cloud perusahaan itu.

Mengenai peluang perusahaannya mencapai target yang relatif ambisius itu, Singh menyatakan bahwa pihaknya merasa optimis. “Kami tahu celah-celah yang ada antara fitur kami dan mereka. Kami melakukan peningkatan tiap minggu. Target 90 persen itu pasti tercapai,” tandas Singh.

sumber : http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/12/27/16201623/Google.Ingin.Rebut.Pengguna.Office.dari.Microsoft

Software Bajakan di Indonesia Menyimpan Malware

Jakarta – Mereka yang suka membeli dan menggunakan DVD software bajakan sepertinya harus hati-hati. Sebab ternyata cakram bajakan tersebut menyimpan bahaya seperti malware (program jahat).

Demikian hasil riset kecil-kecilan Microsoft di sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, Malaysia dan Filipina. Sneak preview ini mengambil sampel sebanyak 118 software bajakan.

Lebih rinci, dari 118 perangkat software bajakan yang diteliti, 66 merupakan DVD piranti bajakan dan sisanya merupakan laptop yang sengaja diinstal oleh software bajakan. Hasilnya?

 

Temuan utama yang dilakukan oleh functional expert kita adalah, 63% laptop yang diinstal terinfeksi malware dari yang kita teliti. Sedangkan DVD bajakan tersebut sebanyak 74% me

ngandung malware, artinya 1 dari 2 laptop mengandung malware,” kata Reza Topobroto, Director Legal Affair Microsoft indonesia, kepada sejumlah wartawan, di Hotel Four Season, Kamis (20/12/2012).

Dia
sumber : http://inet.detik.com/read/2012/12/20/143721/2123546/398/software-bajakan-di-indonesia-menyimpan-malware?i991102105menambahkan, dari penelitian tersebut sebanyak 44% hard drive diganti oleh dealer komputer dengan hard drive lain, yang didalamnya sudah terinstall software bajakan.

“Dari komputer yang diganti tersebut, sebanyak 77% di antaranya Windows Update-nya dimatikan. Maka otomatis security update menjadi hilang. Ini yang menjadi rentan,” lanjut Reza.

Dia menambahkan, para kriminal menggunakan kegiatan ilegal invasive yang menghasilkan keuntungan dari mencuri kegiataan perbankan konsumen seperti informasi kartu kredit.

“Inilah kenapa keamanan penting bagi Microsoft untuk consumer business dan government. Karena teknologi akan sangat tepat bila digunakan dengan benar,” tambah Astrid S. Timinez, Tegional Director Corporate & Legal Affairs Microsoft Asia Tenggara.

Alasan di Balik Desain Windows 8

Jakarta – Windows 8 telah hadir dengan ‘wajah’ yang benar-benar baru. Dengan desain khas kotak-kotaknya, ia ‘menyapu desain lawas yang sudah akrab di pengguna Windows sejak tahun 1995.

Julie Larson-Green, salah satu orang penting di tubuh Microsoft menyampaikan alasan kenapa perusahaannya melakukan perubahan besar itu.

Berbicara mengenai Windows 8 Start Screen, Larson-Green mengatakan bahwa sebelum Windows 8 lahir, orang biasanya melaunch satu window lalu beralih ke window lainnya. Namun di Windows 8, semua itu disederhanakan di Live Tiles di mana semua aplikasi dan window disatukan.

Tak bisa dipungkiri, desain ini juga dibesut dengan fokus piranti berlayar sentuh. Kepala Product Development Windows yang baru tersebut mengatakan, touch screen adalah masa depan.

Meski ia mengakui bahwa masih akan ada PC tanpa layar sentuh, tapi ia percaya mayoritasnya akan berbasis touch.

“Kami melihat komputer dengan touch adalah yang paling cepat terjual untuk sekarang ini,” tukasnya seperti dikutip dari Cnet, Sabtu (15/12/2012).

Ya, ia menyadari bagi sebagian khalayak, mouse dan keyboard masih lebih mudah dipakai dibanding version-screen namun lagi-lagi ia merasa orang akan terbiasa dengan cara kerja seperti itu.

Dengan penjualan PC yang menurun, dan penjualan tablet yang meningkat, Microsoft merasa perlu merombak interfacenya guna beradaptasi dengan dunia baru.

Ketika dilempar pertanyaan mengenai apakah perilisan Windows 8 ini merespon kepopuleran piranti mobile iOS dan Android, wanita ini punya jawaban sendiri.

“Kami mulai merencanakan Windows 8 pada Juni 2009 sebelum mengapalkan Windows 7. Kala itu, iPad masih sebatas rumor,” jawabnya.

 

sumber :
http://inet.detik.com/read/2012/12/15/131553/2119400/317/alasan-di-balik-desain-windows-8?i991102105